Viral Pria Gondrong Ngamuk di Polsek Wajo Makassar, Hendak Tusuk Polisi

- Seorang pria berinisial ES mengamuk di Polsek Wajo, Makassar, sambil mengejar polisi; aksinya terekam video 43 detik dan viral di media sosial.
- ES datang untuk meminta mobilnya yang diamankan setelah kecelakaan, namun karena belum bisa dikembalikan, ia marah dan mengancam petugas dengan besi serta obeng.
- Petugas berhasil menenangkan ES tanpa korban; rencana membawa ke RS Dadi ditolak, lalu ia diserahkan kepada keluarga yang membenarkan riwayat gangguan mentalnya.
Makassar, IDN Times - Seorang pria berambut gondrong mengamuk sambil mengejar anggota polisi di Polsek Wajo, Kota Makassar. Aksi tersebut terekam dalam video berdurasi 43 detik dan viral di media sosial. Belakangan diketahui, pria dalam video itu berinisial ES dan diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
1. Datang ke Polsek untuk lihat kendaraannya

Kepala Subseksi Hubungan Masyarakat Polres Pelabuhan Makassar, Aipda Adil, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/3/2026). Dalam beberapa hari terakhir, ES kerap datang ke Polsek Wajo, terutama pada malam hari, untuk melihat kendaraan miliknya yang diamankan polisi.
“Saudara ES diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Dalam beberapa hari terakhir, yang bersangkutan sering datang ke Polsek Wajo untuk melihat kendaraannya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).
2. Ancam petugas dengan sebatang besi

Adil menjelaskan, sebelumnya ES terlibat kecelakaan lalu lintas pada Kamis (19/3). Mobil yang dikendarainya menabrak kendaraan lain hingga akhirnya diamankan di Polsek Wajo untuk proses penanganan perkara.
Pada Minggu (22/3/2026), ES kembali mendatangi kantor polisi tersebut dan meminta agar mobilnya segera dikembalikan. Namun, petugas menjelaskan bahwa kendaraan itu masih dalam proses penanganan sehingga belum bisa diserahkan.
Tak terima dengan penjelasan itu, ES kemudian mengamuk. Ia sempat mengambil sebatang besi stainless dan mengancam petugas yang berjaga.
"Petugas yang berada di lokasi berupaya menenangkan ES. Namun, situasi kembali memanas ketika ES tiba-tiba mengambil obeng dan mengejar anggota polisi di dalam area Polsek," ujarnya.
3. Tolak dibawa ke RS Dadi

Beruntung, personel yang bertugas berhasil mengendalikan situasi. ES akhirnya dapat ditenangkan setelah petugas mengambil tongkat T dan mengamankannya tanpa ada korban.
"Setelah situasi kondusif, petugas berencana membawa ES ke RS Dadi untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, yang bersangkutan menolak," tandasnya.
Polisi kemudian menghubungi pihak keluarga. Dari hasil konfirmasi, keluarga membenarkan bahwa ES memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan pernah menjalani perawatan di RS Dadi. Selanjutnya, ES diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa pulang.
"Pihak keluarga membenarkan bahwa ES memang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental dan sebelumnya pernah menjalani perawatan di RS Dadi," tutupnya.


















