Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warga Sulawesi Utara Diminta Waspada Dampak Siklon Jangmi hingga Besok
Ilustrasi cuaca buruk (freepik.com/ninjason1)
  • BMKG Sam Ratulangi Manado melaporkan cuaca ekstrem di Sulawesi Utara akibat Siklon Tropis Jangmi.

  • Banjir melanda empat desa di Kecamatan Bolaang, Bolmong.

  • Warga Manado masih waspada setelah banjir merendam rumah dan jalanan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Manado, IDN Times - Sejumlah wilayah di Sulawesi Utara mengalami cuaca ekstrem sejak Rabu, 27 Mei 2026 malam. Menurut Stasiun Meterorologi Sam Ratulangi Manado Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hal ini disebabkan adanya Siklon Tropis Jangmi.

"Siklon Tropis Jangmi ini di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina bagian utara Papua menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi dan belokan angin di wilayah Sulut," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, Kamis (28/5/2026).

Selain itu, adanya Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif secara spasial, gelombang Rossby Equatorial, dan gelombang Kelvin di Sulut meningkatkan aktivitas konvektif. Hal ini juga didukung suhu muka laut yang hangat.

1. Daftar wilayah terdampak

Dampak banjir di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara, Kamis (28/5/2026). Dok. Pemkab Bolmong

Hingga Jumat (29/5/2026), sejumlah wilayah di Sulut diprediksi masih akan mengalami cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang-lebat dan dapat disertai angin kencang dan petir/kilat. Berikut daftarnya:

- Manado

- Bitung

- Minahasa

- Minahasa Utara

- Minahasa Selatan

- Bolaang Mongondow

- Bolaang Mongondow Selatan

- Kepulauan Sangihe

- Kepulauan Talaud

- Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)

2. Buka Jalur Trans Sulawesi

Dampak banjir di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong, Sulawesi Utara, Kamis (28/5/2026). Dok. Pemkab Bolmong

Hingga Kamis dini hari, banjir merendam setidaknya 4 desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolmong. Banjir tersebut diikuti material berupa lumpur, batu, hingga kayu.

Pemkab Bolmong pun menerjunkan ekskavator untuk mengangkut material banjir yang sempat menutup akses Jalan Trans Sulawesi. Selain itu, jalan desa juga menjadi prioritas untuk dibersihkan agar mobilitas warga tak terganggu.

"Kemudian kami juga menyiapkan makanan siap saji bagi warga terdampak. (Makanan siap saji) sudah masuk sejak semalam," tutur Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bolmong, Chandra Mokoginta.

3. Warga masih waspada cuaca ekstrem

Air menggenang sisa banjir di Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (28/5/2026). Dok. Polsek Wenang

Seorang warga bernama Ashylla mengatakan bahwa rumahnya di Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Tikala, Kota Manado, sempat terendam banjir semalam. Namun, hal itu hanya berangsung selama beberapa jam.

"Air juga merendam jalanan, tingginya mungkin sekitar 100 cm makanya sampai masuk ke rumah warga," tuturnya.

Warga pun mengungsikan sejumlah barang dan surat berharga ke tempat lebih tinggi. Menurut Shylla, banjir kemarin termasuk cukup parah dibandingkan 2 tahun belakangan yang sudah jarang banjir.

"Sekarang kami belum berani kembalikan barang (seperti semula). Karena infonya masih ada kemungkinan cuaca ekstrem," ucap Shylla.(*)

Editorial Team

Related Article