ilustrasi mudik (unsplash.com/Abdul Ridwan)
Penyediaan rest area ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Perhubungan agar fasilitas publik, khususnya masjid di jalur mudik, dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat bagi pemudik.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi melakukan koordinasi kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang juga dihadiri Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman di Kantor Gubernur Sulsel pada Jumat (27/2/2026).
Koordinasi tersebut dilakukan karena Sulawesi Selatan merupakan salah satu daerah asal sekaligus tujuan utama arus mudik nasional serta menjadi gerbang menuju kawasan Indonesia timur.
Berdasarkan survei Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kementerian Perhubungan, Sulsel tercatat sebagai daerah asal pemudik terbesar keenam secara nasional dengan potensi pergerakan sekitar 3,92 juta orang atau 2,7 persen dari total pergerakan nasional.
Sementara sebagai daerah tujuan, Sulsel masuk lima besar provinsi tujuan pemudik dengan estimasi kedatangan sekitar 5,36 juta orang atau 3,40 persen dari total pergerakan nasional.
Dudy juga mendorong optimalisasi masjid sebagai tempat istirahat pemudik dengan memastikan tersedianya fasilitas parkir, air bersih, sanitasi memadai, serta pengaturan arus kendaraan yang tertib.
“Kami optimis, dengan dukungan Pemda Sulsel, layanan mobilitas masyarakat akan berjalan optimal serta menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pemudik,” kata Dudy.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 307 masjid di Sulawesi Selatan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai titik istirahat pendukung selama musim mudik Lebaran. Konsep ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di simpul transportasi utama sekaligus memperkuat layanan perjalanan masyarakat selama periode angkutan Lebaran.