Mengenang Rachmad Gobel, Pengusaha Nasional yang Mengabdi Lewat Politik

- Rachmad Gobel, pengusaha nasional dan politikus NasDem, dimakamkan di TMP Kalibata setelah wafat akibat serangan jantung pada usia 63 tahun.
- Sebagai penerus Gobel Group, ia sukses memperluas bisnis Panasonic Gobel ke berbagai sektor dan dikenal sebagai tokoh penting industri elektronika Indonesia.
- Selain pernah menjabat Menteri Perdagangan, ia juga aktif di DPR RI memperjuangkan pembangunan ekonomi dan infrastruktur Gorontalo demi kemajuan daerah asal keluarganya.
Makassar, IDN Times - Suasana haru dan isak tangis keluarga serta kerabat dekat mewarnai prosesi pemakaman pengusaha nasional sekaligus politikus Partai NasDem, Rachmad Gobel, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2026). Diiringi tradisi militer dan lantunan tahlil, jenazah almarhum yang berpulang di usia 63 tahun tersebut dimakamkan sekitar pukul 14.35 WIB.
Kepergian mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, sehari sebelum mengembuskan napas terakhir akibat serangan jantung pada Jumat dini hari pukul 03.20 WIB, beliau dilaporkan masih bugar dan sempat mengikuti rapat fraksi di DPR.
Sang mendiang memiliki sepak terjang yang panjang di industri elektronika nasional melalui PT. Panasonic Gobel Indonesia. Namun, berkarier di ibu kota tak serta merta membuatnya lupa dengan kampung halaman kedua orang tuanya. Berikut adalah profil dan rekam jejak mentereng mendiang Rachmat Gobel semasa hidupnya.
1. Putra dari pionir industri elektronika Indonesia kelahiran Gorontalo, Thayeb Mohammad Gobel
Lahir di Jakarta pada 3 September 1962, Rachmat Gobel merupakan putra dari Thayeb Mohammad Gobel, sosok pelopor sekaligus pendiri industri elektronika terkemuka di tanah air, Gobel Group. Thayeb Gobel dan sang istri, Annie Nento Gobel, sama-sama berasal dari Gorontalo. Sejak sang ayah wafat pada tahun 1984, Rachmat memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bisnis keluarga di usia yang relatif muda.
Berbekal ilmu pemasaran dan perdagangan yang ia timba di Chuo University, Jepang, Rachmat tidak hanya berhasil menjaga stabilitas perusahaan, tetapi juga memperluas ekspansi lini bisnisnya secara masif. Di bawah komandonya sebagai Chairman Panasonic Gobel Group, perusahaan tersebut merambah ke berbagai sektor strategi. Mulai dari logistik, properti, hingga industri makanan. Kerja kerasnya ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tokoh manufaktur elektronik paling berpengaruh di Indonesia.
2. Kenyang berpengalaman sebagai pengusaha, Rachmad Gobel sempat menjadi Menteri Perdagangan

Setelah sukses meniti karier sebagai salah satu pengusaha papan atas Indonesia, pria peraih gelar doktor kehormatan dari Chuo University ini ditarik ke ranah pengabdian yang lebih luas. Langkah besarnya di panggung pemerintahan dimulai ketika Presiden Joko Widodo menunjuknya untuk menduduki posisi sebagai Menteri Perdagangan Republik Indonesia dalam Kabinet Kerja periode 2014-2015.
Meski masa jabatannya di kementerian tergolong singkat, kiprah Rachmat Gobel dalam mengawal kebijakan perdagangan nasional dinilai memberi warna tersendiri. Pengalamannya di dunia usaha dan memiliki jaringan internasional, khususnya dengan korporasi Jepang, menjadi modal kuatnya dalam merumuskan strategi penguatan pasar domestik serta tata kelola ekspor-impor kala itu.
3. Konsisten membawa aspirasi dan isu di Gorontalo ke Senayan, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga ekonomi

Usai menyelesaikan tugas di jajaran eksekutif, pengabdian Rachmat Gobel tidak berhenti begitu saja. Ia memutuskan untuk terjun ke dunia politik praktis dengan bergabung bersama Partai NasDem pada September 2016. Ia pun berhasil melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI, bahkan dipercaya mengemban amanah krusial sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019–2024. Namanya kembali terpilih sebagai perwakilan Gorontalo di badan legislatif di Pemilu 2024.
Meski besar dan meniti karier di ibu kota, Rachmat Gobel tidak lupa dengan kampung halaman orang tuanya. Dilansir ANTARA, selama hampir 6 tahun menjadi anggota DPR RI, ia kerap menyuarakan pembangunan ekonomi dan infrastruktur Gorontalo. Ia merevitalisasi kawasan wisata seperti Menara Pakaya dan Pentadio Resort di Limboto, serta membangun fasilitas pendidikan dan infrastruktur publik demi memajukan perekonomian Gorontalo.
Fokus utamanya mencakup pengembangan sektor pertanian, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal guna mendongkrak roda perekonomian masyarakat akar rumput. Selain itu, ia juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Gorontalo melalui pendidikan.
Selamat jalan, Rachmat Gobel. Dedikasi dan kontribusi di dunia industri serta Gorontalo akan selalu abadi dalam ingatan rakyat Indonesia.



















