Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kebakaran Hanguskan 14 Rumah di Pemukiman Padat Penduduk Manado
Kebakaran di Lingkungan 6 dan 7 Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (25/3/2026). Dok. Damkar Manado
  • Kebakaran hebat melanda pemukiman padat di Kelurahan Singkil Satu, Manado.

  • Api menghanguskan 14 rumah dan baru berhasil dipadamkan setelah hampir tiga jam.

  • Penyebab kebakaran diduga berasal dari kompor yang lupa dimatikan saat memasak.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kebakaran melanda pemukiman padat penduduk di Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, menghanguskan 14 rumah dan menyebabkan puluhan warga harus mengungsi ke tempat aman.
  • Who?
    Peristiwa ini melibatkan warga Lingkungan 6 dan 7 Singkil Satu sebagai korban, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Manado yang memadamkan api, serta aparat kepolisian yang menyelidiki penyebab kebakaran.
  • Where?
    Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Lingkungan 6 dan 7, Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Rabu pagi, 25 Maret 2026 sekitar pukul 10.25 Wita dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.13 Wita.
  • Why?
    Berdasarkan keterangan Kapolsek Singkil, api diduga berasal dari kompor yang lupa dimatikan oleh salah satu warga saat memasak hingga menyebabkan kebakaran meluas ke rumah-rumah sekitar.
  • How?
    Api cepat membesar karena sebagian besar rumah berbahan kayu. Warga sempat berusaha memadamkan dengan alat seadanya sebelum empat unit mobil damkar tiba untuk mengendalikan kobaran api
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Manado, IDNTimes - Kebakaran melanda pemukiman padat penduduk di Lingkungan 6 dan 7 Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (25/3/2026) pagi. Sebanyak 14 rumah dilahap si jago merah pada peristiwa tersebut.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 10.25 Wita, namun api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.13 Wita. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Manado mengerahkan 4 unit mobil damkar.

"Soal penyebab itu kewenangan polisi. Warga sekarang sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman," ujar Kepala Seksi Pengendalian Operasi Damkar Manado, Raymond.

1. Kronologi kebakaran

Kebakaran di Lingkungan 6 dan 7 Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (25/3/2026). Dok. Damkar Manado

Kapolsek Singkil, Ipda Matrial Barahama, menjelaskan bahwa api berasal dari salah satu rumah warga yang sedang memasak. "Salah satu warga sedang memasak menggunakan kompor dan lupa mematikan api," kata Matrial.

Sayangnya, api tak bisa dipadamkan segera karena cepat membesar dan merembet ke rumah di sekitar. Rumah-rumah tersebut pun rata-rata berbahan kayu.

Awalnya warga berusaha memadamkan api sendiri dengan peralatan seadanya, namun hal tersebut tidak membuahkan hasil. Dari 14 rumah, 9 di antaranya rata dengan tanah.

2. Dua bayi nyaris jadi korban

Kebakaran di Lingkungan 6 dan 7 Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (25/3/2026). Dok. Damkar Manado

Dalam peristiwa tersebut, 2 bayi berusia 7 dan 8 bulan nyaris jadi korban. Salah satu ibu bernama Ani menyebut bahwa ia sempat meninggalkan bayinya yang berusia 7 bulan ke rumah tetangga untuk berbelanja.

Karena tak bermaksud meninggalkan bayinya lama-lama, Ani hanya meninggalkannya di ayunan di rumahnya. Tiba-tiba, ia mendengar warga berteriak kebakaran.

"Saya langsung lari dan menyambar anak saya dari ayunan," tambahnya.

3. Warga mengungsi ke rumah keluarga hingga tetangga

Kebakaran di Lingkungan 6 dan 7 Kelurahan Singkil Satu, Kecamatan Singkil, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (25/3/2026). Dok. Damkar Manado

Untuk tempat berteduh sementara, tim gabungan membangun posko dari terpal di sekitar lokasi kejadian. Sedangkan untuk tidur, para korban menumpang ke rumah keluarga hingga tetangga.

Warga bernama Junita, mengaku tidak bisa menyelamatkan harta benda dari rumahnya. Ia hanya fokus menyelamatkan dua anaknya yang masih kecil.

Ia pun berharap bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. "Saya tidak berpikir ke situ (menyelamatkan barang). Yang penting anak-anak saya selamat," tuturnya.

Editorial Team