Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Danny Yakin Kemenag Izinkan Makassar Gelar Salat Idul Adha Berjemaah
Wali Kota Makassar Danny Pomanto saat salat Id di dekat rumahnya, Jalan Amirullah Makassar, Kamis (13/5/2021). Dok. Istimewa

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan "Danny" Pomanto akan mengirim surat ke Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendapatkan izin pelaksanaan salat Idul Adha 2021 secara berjemaah.

Danny tidak ingin pelaksanaan salat Idul Adha berjemaah bertentangan dengan imbauan yang diterbitkan Kemenag tentang peniadaan Salat Idul Adha di lapangan terbuka atau di masjid/musala pada daerah zona merah dan oranye penularan COVID-19.

"Saya kira kami menanggapi pelarangan ini di masjid sehingga kami akan menulis surat ke Kementerian Agama untuk diperkenankan untuk membuat salat Idul Adha di jalanan," kata Danny di Balaikota Makassar, Rabu (30/6/2021).

1. Danny klaim salat Idul Fitri yang lalu tidak menimbulkan klaster COVID-19

Ilustrasi salat (Dok. IDN Times)

Meski Kota Makassar berstatus zona oranye, namun Danny yakin penyelenggaraan salat Idul Adha di daerahnya memenuhi syarat untuk digelar berjemaah. Keyakinan Danny itu karena sebelumnya warga Makassar juga melaksanakan salat Idul Fitri.

Karena itu, dia menegaskan akan tetap mengupayakan supaya warga Makassar bisa melaksanakan salat Idul Adha berjemaah nantinya. Sama seperti Idul Fitri lalu, salat hanya dibolehkan di ruang-ruang terbuka.

"Makassar telah melakukan dalam status oranye itu melakukan Idul Fitri kemarin dan terbukti tidak jadi klaster," katanya.

2. Danny akui belum terima surat Kemenag secara resmi

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menangis saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Salat Id di Jalan Amirullah, Kamis (13/5/2021). Humas Pemkot Makassar

Kementerian Agama telah mengeluarkan surat edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2021 tentang penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan salat Idul Adha 1442 H/2021 M dan pelaksanaan kurban di masa pandemi COVID-19.

Salah satu aturan melarang pelaksanaan salat Idul Adha di masjid atau lapangan untuk daerah berstatus zona merah dan oranye. Meski belum menerima surat tersebut secara resmi, tapi Danny mengaku cukup paham soal aturan itu.

"Walaupun saya belum menerima edaran resmi bahwa daerah yang punya status oranye dan merah, itu dilarang menyelenggarakan Idul Adha," kata Danny.

3. Danny keberatan Makassar disebut zona oranye

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. IDN Times/Asrhawi Muin

Danny juga keberatan kalau Makassar disebut sebagai zona oranye dalam hal penyebaran COVID-19. Menurutnya, penilaian itu keliru lantaran penyebaran COVID-19 di Makassar masih relatif lebih rendah dibandingkan daerah lainnya. 

Lagipula, penyebaran kasus COVID-19 Makassar akhir-akhir ini didominasi oleh imported case atau penularan dari luar wilayah. Artinya, sebagian besar kasus bukan dari transmisi lokal.

"Padahal Makassar status oranye ini kan tidak pada kriteria penuh," kata Danny.

Editorial Team

Related Article