Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cuaca Ekstrem, Walkot Makassar Pertimbangkan Siswa Sekolah dari Rumah

Cuaca Ekstrem, Walkot Makassar Pertimbangkan Siswa Sekolah dari Rumah
Tim BPBD memantau lokasi titik rawan banjir di Jalan Perumnas Sudiang, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanayya, Jumat (6/11/2024). (Dok. BPBD Kota Makassar)
Intinya Sih
  • Cuaca ekstrem di Makassar membuat Pemerintah Kota pertimbangkan libur sekolah dan belajar dari rumah.
  • Wali Kota Danny meminta masyarakat tetap di rumah, siapkan diri menghadapi banjir dan hujan lebat dengan angin kencang.
  • Pemkot Makassar siagakan perangkat untuk wilayah rawan banjir, termasuk antisipasi dampak cuaca ekstrem seperti angin kencang dan pohon tumbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Makassar, IDN Times - Cuaca ekstrem yang masih melanda Kota Makassar membuat Pemerintah Kota mempertimbangkan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan mengalihkannya ke rumah. Hali ini disampaikan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto.

Menurut Danny ini merupakan antisipasi untuk menjaga keselamatan siswa di tengah ancaman banjir dan angin kencang. Meski begitu, hal ini belum menjadi keputusan resmi dan tetap menunggu kondisi cuaca lebih lanjut.

"Biasanya saya ambil sikap bagi anak-anak sekolah disekolahkan di rumah tapi ini belum menjadi keputusan. Kami menyatakan stand by demi keselamatan anak-anak dan keluarga kita," kata Danny, Jumat (6/12/2024).

1. Warga diminta tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak

ilustrasi hujan (pexels.com/Vlad Chețan)
ilustrasi hujan (pexels.com/Vlad Chețan)

Dia juga meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak. Warga yang sedang di rumah juga diimbau bersiap jikalau ketinggian air naik dan terjadi banjir.

Danny juga mengingatkan perihal hujan lebat dapat disertai angin kencang dan petir. Masyarakat diminta untuk menjaga instalasi listrik di rumah, menyimpan dokumen penting di tempat aman, dan mematuhi arahan pemerintah jika kebijakan belajar dari rumah diterapkan.

"Persiapan di rumah tangga surat-surat berharga dikumpulkan di tempat aman, listrik dicek baik-baik, anak-anak yang belum mengerti apa-apa dijaga dengan baik," kata Danny.

2. Pemkot siagakan aparat untuk pantau lokasi rawan banjir

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meninjau kesiapan Mal Pelayanan Publik. (Dok. Istimewa)
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meninjau kesiapan Mal Pelayanan Publik. (Dok. Istimewa)

Selain mempertimbangkan libur sekolah, Pemkot Makassar telah menyiagakan perangkat untuk menghadapi potensi banjir di wilayah-wilayah rawan. Beberapa wilayah yang rawan banjir yakni Perumahan Kodam 3, Jalan Swadaya, serta Perumnas Antang Blok 8-10.

"Seluruh perangkat siaga banjir harus dipersiapkan dengan baik mulai dari War Room, Dinsos, camat peringati seluruh masyarakat untuk bersiap-siap agar kita lebih mengantisipasi kemungkinan hal yang tidak kita harapkan," kata Danny.

3. Tetap waspada dampak cuaca ekstrem

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meninjau kesiapan Mal Pelayanan Publik. (Dok. Istimewa)
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meninjau kesiapan Mal Pelayanan Publik. (Dok. Istimewa)

Danny mengatakan banjir bukan hal baru di Kota Makassar. Dia juga menyebutkan bahwa banjir juga terjadi di negara lain seperti Singapura dan Malaysia. Meski begitu, seluruh elemen masyarakat tetap harus bersiap siaga dengan kondisi cuaca ekstrem dan dampaknya.

"Inilah fenomena alam yang dialami seluruh dunia. Saya melihat pantauan cuaca di seluruh Indonesia memang relatif ekstrem sehingga saya berharap semua stand by termasuk kemungkinan angin kencang, puting beliung, dan pohon tumbang," kata Danny.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News Sulawesi Selatan

See More