Bulog Sulselbar Siapkan Gudang Tambahan Jelang Panen Raya Maret 2026

- Sebagian stok disimpan di gudang sewa dan swasta, hampir mencapai 600 ribu ton.
- Target serapan 2026 capai 800 ribu ton di Sulsel, butuh tambahan gudang sekitar 300 ribu ton.
- Bulog siapkan strategi sewa gudang idle milik masyarakat dan pihak swasta, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk tambahan kapasitas penyimpanan.
Makassar, IDN Times - Perum Bulog Sulselbar mulai mempersiapkan kapasitas penyimpanan menjelang puncak panen beras yang diperkirakan berlangsung pada Maret hingga Mei 2026. Kesiapan gudang menjadi perhatian utama seiring meningkatnya target penyerapan beras di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Kanwil Perum Bulog Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan saat ini Bulog memiliki 52 kompleks gudang dengan total 204 unit. Namun, kapasitas gudang yang benar-benar siap digunakan berada di kisaran 368 ribu ton.
"Kapasitas operasional gudang yang dapat digunakan berkisar antara 368 ribu hingga 400 ribu ton, namun yang benar-benar siap digunakan sekitar 368 ribu ton karena sebagian gudang mengalami kerusakan," kata Fahrurozi di Makassar, Jumat (19/12/2025).
1. Sebagian stok disimpan di gudang sewa dan swasta

Di sisi lain, stok beras yang dikuasai Bulog hampir mencapai 600 ribu ton. Sekitar 300 ribu ton di antaranya tersimpan di luar gudang Bulog, seperti gudang sewa, pinjam pakai, dan gudang milik swasta.
"Kondisi ini saat ini belum menjadi masalah, namun akan menjadi tantangan menjelang panen raya Maret karena kapasitas gudang terbatas," kata Fahrurozi.
2. Target serapan 2026 capai 800 ribu ton

Untuk tahun 2026, Bulog menargetkan penyerapan beras hingga 800 ribu ton di Sulsel. Target tersebut membuat kebutuhan tambahan gudang menjadi cukup besar.
"Target penyerapan Bulog di Sulawesi Selatan pada 2026 diperkirakan mencapai 800 ribu ton sehingga dibutuhkan tambahan gudang dengan kapasitas sekitar 300 ribu ton," ucapnya.
3. Sewa gudang idle hingga koordinasi dengan aparat

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog menyiapkan berbagai strategi dengan memanfaatkan gudang idle milik masyarakat dan pihak swasta melalui skema sewa. Selain itu, Bulog juga menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk membuka peluang pemanfaatan gudang yang dapat digunakan sebagai tambahan kapasitas penyimpanan.
Bulog juga menjalankan sosialisasi ke Kejaksaan guna memperoleh dukungan pemanfaatan gudang sitaan yang masih dapat digunakan. Di sisi lain, koordinasi dengan Polda telah menghasilkan dukungan pembangunan gudang di sejumlah lokasi untuk memperkuat kapasitas penyimpanan.
"Ke depan, Bulog berencana melakukan roadshow ke TNI untuk memanfaatkan gudang-gudang idle milik TNI AL, AU, maupun AD. Selain itu, Bulog membentuk tim khusus yang bertugas mencari gudang secara aktif," kata Fahrurozi.



















