Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antrean Truk Mengular di SPBU Makassar, Sopir Rela Bermalam Demi Solar
Truk dan bus mengantre di SPBU Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (17/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Antrean panjang kendaraan berbahan bakar solar terjadi di beberapa SPBU Makassar, dengan sopir truk dan bus rela bermalam demi mendapatkan giliran pengisian.
  • Banyak sopir datang lebih awal karena stok solar sering habis, membuat mereka harus berpindah-pindah mencari SPBU yang masih memiliki pasokan.
  • Kondisi antrean membuat waktu kerja sopir terbuang untuk menunggu BBM, sementara Pertamina memastikan stok Biosolar aman dan penyaluran tetap berjalan sesuai alokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Antrean kendaraan berbahan bakar solar masih terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Pantauan IDN Times di SPBU Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) Tamalanrea, Jalan Perintis Kemerdekaan, Jumat (17/7/2026), puluhan truk dan bus mengular sejak pagi untuk mendapatkan giliran mengisi solar.

Deretan kendaraan memenuhi jalur masuk hingga area pengisian solar. Sebagian sopir memilih bertahan di dalam kabin truk, sementara lainnya beristirahat di sekitar SPBU sambil menunggu antrean bergerak. 

Laju antrean terlihat bergerak lambat karena tingginya jumlah kendaraan yang menunggu giliran mengisi solar. Antrean bahkan mengular hingga ke luar area SPBU, tepatnya di depan pusat perbelanjaan Top Mode.

1. Sopir rela bermalam demi mendapatkan solar

Truk dan bus mengantre di SPBU Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (17/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Salah seorang sopir truk, Anto, mengaku sudah berada di lokasi sejak malam sebelumnya. Dia datang lebih awal untuk mendapatkan giliran mengisi solar.

Anto bahkan memilih bermalam di area SPBU agar tidak kehilangan antrean. Menurutnya, cara itu terpaksa dipilh demi memastikan kendaraannya bisa memperoleh BBM.

"Ini lagi antre gara-gara solar ini. Saya di sini dari tadi malam. Bermalam di sini," kata Anto kepada IDN Times.

2. Sopir datang lebih awal karena stok sering habis

Ilustrasi antrean BBM solar di SPBU. IDN Times/ Riyanto

Sopir lainnya, Dedi, mengatakan para pengemudi harus datang lebih awal untuk mendapatkan antrean agar tidak kehabisan solar. Ia mengaku sudah datang sejak pukul 10.00 WITA untuk mengambil tempat parkir dan menunggu giliran pengisian.

Menurut Dedi, stok solar di sejumlah SPBU di Makassar kerap tidak tersedia. Kondisi itu membuat para sopir harus berpindah-pindah mencari SPBU yang masih memiliki pasokan solar.

"Solar susah didapat. Kadang ada, kadang juga tidak. Kalau di sini habis, kami harus cari lagi ke SPBU lain," kata Dedi.

3. Waktu kerja habis untuk mengantre BBM

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Dedi mengaku para sopir tidak jarang gagal mengisi BBM meski telah mengantre selama berjam-jam. Bahkan, setelah berpindah ke SPBU lain karena stok di lokasi sebelumnya habis, mereka tetap belum tentu mendapatkan solar lantaran persediaan kembali habis saat giliran pengisian tiba.

Dedi mengatakan informasi mengenai SPBU yang akan kembali menerima pasokan solar umumnya diperoleh dari petugas Pertamina yang telah dikenal para sopir. Menurutnya, ketika ada informasi mengenai jadwal pengisian solar, para sopir akan segera datang lebih awal untuk mengambil antrean.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada pekerjaannya sebagai sopir angkutan barang. Dedi merasa waktu yang seharusnya digunakan untuk mengantar muatan justru habis untuk mengantre BBM.

"Kalau begini pekerjaan jadi lambat karena banyak waktu habis untuk mengantre. Tapi mau bagaimana lagi, cari solar di tempat lain juga belum tentu ada," kata Dedi.

4. Pertamina pastikan stok Biosolar aman

ilustrasi BBM (IDN Times/Aditya Pratama)

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, memastikan stok Biosolar di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman. Penyaluran ke seluruh SPBU juga disebut terus berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

"Hingga saat ini tidak terdapat kendala pada aspek pasokan maupun distribusi dari terminal BBM ke SPBU," kata Lilik.

Menurutnya, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, termasuk di Jalan Pintu 1 Unhas Makassar dan beberapa daerah lainnya, dipengaruhi tingginya permintaan Biosolar pada waktu yang bersamaan. Selain itu, terjadi peralihan sebagian pengguna BBM diesel nonsubsidi ke Biosolar.

"Pertamina terus mengoptimalkan penyaluran, memantau stok di setiap SPBU, serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu mengurai antrean dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article