Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antrean Solar Mengular di Makassar, Pertamina Pastikan Stok Tetap Aman
Truk dan bus mengantre di SPBU Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (17/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Pertamina Patra Niaga memastikan stok Biosolar di Sulawesi Selatan aman meski terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU akibat meningkatnya permintaan dan peralihan dari BBM nonsubsidi.
  • Distribusi BBM terus dilakukan setiap hari melalui jaringan terminal dan lembaga penyalur, dengan pemantauan ketat terhadap stok serta koordinasi untuk mengurai antrean di lapangan.
  • Pertamina menempatkan petugas marshall di SPBU padat guna menjaga ketertiban, memperkuat koordinasi dengan aparat dan pemerintah daerah, serta membuka kanal laporan masyarakat lewat PCC 135.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok Biosolar di Sulawesi Selatan dalam kondisi aman di tengah antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Penyaluran BBM juga disebut terus berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan hingga saat ini tidak ada kendala pada aspek pasokan maupun distribusi BBM dari terminal ke SPBU.

"Stok Biosolar di wilayah Sulawesi Selatan dalam kondisi aman dan penyaluran ke seluruh SPBU terus berjalan sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah," kata Lilik kepada IDN Times, Jumat (17/7/2026).

1. Antrean dipicu tingginya permintaan Biosolar

Truk dan bus mengantre di SPBU Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jumat (17/7/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Lilik menjelaskan antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU, termasuk di kawasan Jalan Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, dipengaruhi meningkatnya permintaan Biosolar dalam waktu yang bersamaan. Selain itu, menurutnya, terjadi peralihan sebagian pengguna BBM diesel nonsubsidi ke Biosolar sehingga menambah kepadatan antrean di sejumlah SPBU.

"Hingga saat ini tidak terdapat kendala pada aspek pasokan maupun distribusi dari terminal BBM ke SPBU," katanya.

2. Pertamina optimalkan distribusi dan pantau stok SPBU

Suasana pengisian BBM di SPBU Pertamina Racing, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (17/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Pertamina menyebut distribusi BBM terus berjalan setiap hari melalui jaringan terminal dan lembaga penyalur di seluruh wilayah Sulawesi. Pengaturan suplai juga disesuaikan dengan pola konsumsi di masing-masing daerah agar stok tetap terjaga.

"Distribusi BBM terus kami jalankan setiap hari melalui jaringan terminal dan lembaga penyalur yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi. Kami juga terus memantau perkembangan kebutuhan di lapangan sehingga penyaluran dapat dilakukan secara optimal," kata Lilik.

Menurutnya, Pertamina terus memantau kondisi stok di setiap SPBU di Sulawesi. Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu mengurai antrean dan memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi.

3. Petugas marshall disiagakan di SPBU

Ilustrasi SPBU. (Dok. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi)

Untuk mendukung kelancaran pelayanan, Pertamina menempatkan petugas marshall di sejumlah SPBU dengan tingkat kunjungan tinggi. Petugas bertugas mengatur kendaraan, menjaga ketertiban antrean, dan memastikan proses pengisian BBM berlangsung aman.

Selain itu, Pertamina memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, Hiswana Migas, dan pengelola SPBU untuk menjaga kelancaran distribusi BBM. Koordinasi tersebut bertujuan memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar tetap tepat sasaran.

Lilik mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan melalui lembaga penyalur resmi. Apabila menemukan kendala layanan atau dugaan penyalahgunaan BBM, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135.

"Setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article