Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Tips Menghadapi Pasangan yang Tidak Akur dengan Keluargamu
ilustrasi pasangan bertengkar (pexels.com/RDNE Stock project)

Hubungan yang harmonis antara pasangan merupakan sesuatu yang diharapkan oleh banyak orang. Namun, pada beberapa kasus ternyata perbedaan mengenai kebiasaan, pendapat, atau pengalaman di masa lalu ternyata bisa menimbulkan terjadinya ketidakharmonisan di antara keduanya.

Situasi yang tidak harmonis di antara pasangan dan keluargamu tentu merupakan sesuatu yang tidak mudah, namun bukan berarti tidak bisa diatasi dengan cara-cara yang tepat. Sebetulnya melalui pendekatan yang sesuai, maka kamu bisa menjembatani hubungan baik di antara keduanya. Berikut ini merupakan empat tips penting dalam menghadapi pasangan yang tidak akur dengan keluargamu agar nantinya tidak sampai berlarut-larut.

1. Jadilah pendengar yang baik untuk keduanya

ilustrasi pasangan mengobrol (pexels.com/Juan Pablo Serrano Arenas)

Pada saat pasangan dan keluargamu terlihat tidak akur, maka penting sekali untuk saling mendengarkan pendapat mereka dari sudut pandang keduanya. Jangan sampai kamu cenderung langsung menyalahkan salah satu pihak tanpa berusaha memahami apa yang memang menjadi akar permasalahannya terlebih dahulu.

Cobalah berbicara dengan pasangan dan keluargamu secara terpisah agar bisa sama-sama mendapatkan perspektif yang mereka miliki. Pahami alasan di balik ketegangan yang terjadi saat ini, lalu berusahalah untuk sama-sama mencari titik tengah dan solusi yang terbaik agar keduanya bisa lebih memahami satu sama lain.

2. Tetap bersikap netral dan jangan memihak

ilustrasi mengobrol (unsplash.com/Priscilla Du Preez)

Sebagai orang yang posisinya berada di tengah-tengah memang kamu dituntut untuk selalu bersikap netral agar tidak sampai memperburuk keadaan dengan cara memihak salah satunya. Jika kamu justru terkesan selalu membela pasangan, maka keluargamu justru akan merasa tersisihkan dalam posisi ini. Sebaliknya, jika kamu hanya mendukung keluarga, maka pasangan bisa saja merasa tidak dihargai sama sekali.

Daripada berusaha berpihak ke salah satunya, maka kamu lebih baik berfokus pada penyelesaian masalah yang sedang dihadapi. Coba jelaskan kepada keduanya bahwa kamu ingin hubungan ini berjalan dengan baik dan berharap ada proses komunikasi yang lebih baik di antara keduanya agar dapat memperbaiki hubungan kekeluargaan tersebut.

3. Ciptakan momen untuk meningkatkan kedekatan

ilustrasi pasangan (unsplash.com/Christian Bowen)

Ketidakharmonisan antara pasangan dan keluarga ternyata bisa berkurang jika mereka memiliki lebih banyak kesempatan untuk saling berinteraksi satu sama lain di dalam suasana yang terasa lebih nyaman. Cobalah untuk mengatur pertemuan dalam kondisi yang terasa santai, seperti pada saat melakukan liburan singkat atau makan malam bersama keluarga.

Kamu dapat memilih momen di mana pasangan dan keluarga bisa menikmati waktu bersama tanpa adanya tekanan aktivitas yang menegangkan, sebab ternyata dapat membantu untuk mencairkan suasana yang ada. Hal ini sekaligus bisa saling memberikan kesempatan untuk melihat satu sama lain dari sisi yang lebih positif.

4. Tetapkan batasan agar tidak terjebak dalam konflik

ilustrasi pasangan (unsplash.com/Andrik Langfield)

Jika pasangan dan keluargamu tetap merasa sulit untuk akur, meski sudah berusaha mendamaikan diri, maka kamu perlu menetapkan adanya batasan yang sehat. Sebaiknya hindari membicarakan hal-hal yang terkesan sensitif karena berpotensi memicu terjadinya konflik, serta jika memungkinkan coba batasi intensitas pertemuan keduanya.

Tidak semua orang bisa dipaksa untuk akur, apalagi jika pernah mengalami masalah serius di masa lalu. Hal terpenting adalah dengan menjaga keseimbangan antara hubungan baik dengan pasangannya juga keluargamu tanpa terkesan memihak salah satunya, sebab hal tersebut justru akan semakin memperparah situasi.

Menghadapi pasangan yang tidak akur dengan keluarga memang membutuhkan kesabaran dan juga usaha tersendiri. Setidaknya jika kamu berusaha untuk bersikap netral dengan kedua pihak, maka dapat berusaha untuk mencari solusi yang terbaik untuk menjembataninya. Jalin komunikasi yang positif dan berikan toleransi terhadap segala perbedaan yang ada!

Sumber:

https://www.romper.com/life/partner-your-family-dont-get-along

https://alchemy-of-love.com/relationship-advice/partner-does-not-like-my-family

https://www.theguardian.com/lifeandstyle/2014/sep/28/boyfriend-doesnt-like-my-parents-what-about-our-future-mariella-frostrup

Editorial Team