Catatan Unik PSM Musim Ini: Akhirnya Setia dengan Satu Striker Saja

Makassar, IDN Times - BRI Liga 1 2022-23 tak cuma tercatat dalam tinta emas sejarah PSM Makassar dengan finis sebagai juara. Di musim tersebut, mereka akhirnya bisa memutus kebiasaan gonta-ganti striker yang sudah berjalan sejak tahun 2016.
Posisi ujung tombak memang menjadi salah satu titik tumpul Juku Eja. Yang merasakan rasa pusingnya mulai dari Luciano Leandro di putaran pertama Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, Robert Rene Alberts selama dua musim, Darije Kalezic pada Liga 1 2019, Milomir Seslija sampai Joop Gall di musim 2021-22.
Everton Nascimento bisa dibilang bernasib lebih baik ketimbang para pendahulunya lantaran bisa bertahan hingga musim selesai.
1. Tiga striker kelahiran Brasil direkrut pada ISC 2016 hingga Liga 1 2017, termasuk Reinaldo Elias da Costa

Pada putaran pertama ISC 2016, Juku Eja mendatangkan striker asal Brasil yakni Alex da Silva de Souza. Sayangnya ia cuma mengemas sebiji gol dari enam penampilan. Robert Rene Alberts, yang masuk di putaran kedua, langsung mendepak Alex. Nasib sama juga dialami rekannya di sektor depan, Lamine Diarrasouba.
Era awal Robert, Luiz Ricardo Lino dos Santos didatangkan sebagai ujung tombak. Tapi, cedera berat memaksa eks penggawa Penang FA tersebut absen hingga ISC berakhir. Padahal waktu itu, Luiz sedang panas berkat torehan 3 gol dari 5 laga. Singkat cerita, manajemen enggan perpanjang kontraknya.
Jelang Liga 1 2017, Robert mendaratkan Reinaldo Elias da Costa. Catatannya cukup subur, 9 gol plus sebiji asis dari 13 penampilan. Tapi, striker Brasil berpaspor Australia tersebut tetap dicoret di bursa transfer tengah karena dianggap kurang tajam. Pavel Purishkin yang direkrut pada putaran kedua malah beroperasi sebagai pemain sayap.
2. Catatan Eero Markkanen di musim 2019 lebih baik, termasuk membawa PSM menjadi juara Piala Indonesia

Kepusingan coach Robert atas krisis striker tajam berlanjut hingga Liga 1 2018. Bruce Djite yang didatangkan pada awal musim malah kerap absen akibat cedera kepala. Ujung tombak berpaspor Australia itu tak pernah bikin gol dari 9 penampilan. Ia pun dicoret jelang putaran kedua, dan diganti dengan Alessandro "Sandro" Ferreira Leonardo.
Catatan striker berpaspor Hong Kong itu terbilang mendingan, yakni 4 gol dan sepasang asis dari 11 pertandingan. Meski begitu, manajemen memilih tak memperpanjang kontrak Sandro di akhir musim.
Darije Kalezic, pengganti Robert yang hengkang jelang musim 2019, bekerja dengan dua striker berbeda yakni Eero Markkanen dan Amido Balde. Catatan Eero lebih baik, yakni 11 gol dari 20 penampilan di semua ajang resmi dan turut andil membawa PSM ke podium juara Piala Indonesia. Sedangkan Balde, yang masuk pada putaran kedua, cuma sanggup mengemas 6 gol dari 14 laga.
3. Anco Jansen mencetak 5 gol di Liga 1 2021-22, sebelum absen sangat lama akibat cedera lutut

Suporter sempat melihat sepak terjang Giancarlo Rodrigues pada Liga 1 2020. Striker asal Brasil tersebut mengemas 4 gol dari 7 penampilan, sebelum sepak bola terhenti akibat pandemik COVID-19.
Masuk Liga 1 2021-22, Anco Jansen yang notabene berposisi winger sempat diplot sebagai ujung tombak oleh Milomir Seslija. Ia cuma mencetak 5 gol dari 20 penampilan, serta lebih banyak absen di putaran kedua lantaran cedera lutut. Mendatangkan Golgol Mebrahtu di putaran kedua pun nihil, lantaran tak sekalipun menjebol gawang lawan dalam 7 penampilan.
Everton Nascimento sendiri memang cuma mengemas 10 gol dan 5 asis dari 33 penampilan di musim 2022-23. Tapi pelatih kepala Bernardo Tavares tetap memercayakan pos ujung tombak sebab kemampuannya menjaga bola, membuka ruang serta gerak tipu yang efektif. Tekanan di pundaknya pun tak sebesar para striker sebelumnya.



















