Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Tipe Pengendara Motor di Makassar Saat Hujan Turun, Kamu yang Mana?

6 Tipe Pengendara Motor di Makassar Saat Hujan Turun, Kamu yang Mana?
Ilustrasi pengendara sepeda motor menerobos hujan. (ANTARA FOTO/Andri Saputra)
Intinya Sih
  • Artikel menggambarkan enam tipe pengendara motor di Makassar saat hujan, mulai dari yang sigap memakai jas hujan hingga yang memilih berteduh sambil menikmati makanan hangat.
  • Tiap tipe punya ciri khas unik, seperti si Sat-Set Anti-Basah yang selalu siap, si Pasrah karena sudah basah, hingga si Pengguna Setia Kantong Kresek yang melindungi barang bawaan.
  • Pesan utama artikel menekankan bahwa apa pun gaya berkendara saat hujan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi semua pengendara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pernah ngalamin kehujanan saat sedang mengendarai motor? Begitu rintik hujan jatuh di atas jalanan beraspal, suasana berkendara langsung berubah total. Ada yang panik, ada juga yang tetap santai saja. Tapi, ada beberapa jenis pengendara yang muncul dari situasi ini.

Sebagai warga Kota Makassar yang sudah berpengalaman dengan drama di bawah guyuran hujan, kamu pasti pernah ketemu (atau bahkan jadi salah satu dari) tipe-tipe pengendara motor berikut ini. Simak yuk, tipe mana paling relate dengan kamu!

1. Si Sat-Set Anti-Basah

Prakiraan Cuaca, Cuaca Jakarta, ilustrasi hujan
Seorang pengendara motor melintas di Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta Timur, saat hujan melanda, Senin (19/1/2026). (IDN Times/Rochmanudin)

Tipe ini punya insting tajam. Begitu langit kelihatan mendung, mereka sudah pasang kuda-kuda. Jas hujan model setelan (baju-celana) sudah terpasang rapi bahkan sebelum hujan benar-benar deras. Pengalaman membuat mereka tahu awan mendung mana yang berpotensi membawa hujan deras.

Ciri khas : Mengendarai motor dengan kecepatan stabil di tengah hujan, tetap percaya diri menembus genangan, dan biasanya sampai tujuan dengan kondisi sepatu yang tetap kering karena pakai pelindung sepatu tambahan.

2. Si Langsung Berteduh di Bawah Flyover atau Terowongan

Kondisi di Jalan Pettarani Makassar di bawah tol layang. IDN Times/Asrhawi Muin
Kondisi di Jalan Pettarani Makassar di bawah tol layang. IDN Times/Asrhawi Muin

Harus diakui, ini adalah penyumbang kemacetan nomor satu saat hujan di Makassar. Begitu hujan deras, kolong Flyover Pettarani atau terowongan di bawah jembatan langsung penuh sesak di bagian kiri dan kanan.

Ciri khas : Berhenti di bawah jembatan, parkir motor sampai memakan separuh jalan, dan biasanya asyik main HP atau ngobrol sambil menunggu hujan reda. Mereka adalah penganut prinsip "lebih baik telat daripada basah". Dan itu sah saja, kok.

3. Si Pasrah karena Sudah Kepalang Basah

Ilustrasi pengendara motor saat hujan turun.
Ilustrasi pengendara motor saat hujan turun. (unsplash.com/Angga Pratama)

Tipe ini biasanya sudah kepalang basah di tengah jalan, atau memang malas berhenti untuk pakai jas hujan karena dianggap ribet. Dengan wajah tabah (dan sedikit menggigil), mereka tetap melaju di tengah derasnya hujan.

Ciri khas : Baju menempel di badan, helm penuh embun. kalau sudah sampai tujuan, mereka akan masuk ke ruangan sambil meninggalkan jejak air di mana-mana. Risikonya gak main-main, antara kena flu atau masuk angin!

4. Si Pengguna Setia Kantong Kresek

Kantong Plastik (freepik.com/rawpixel.com)
Kantong Plastik (freepik.com/rawpixel.com)

Hujan boleh deras, tapi barang berharga yang sedang dibawa harus tetap aman. Tipe ini mungkin tidak memiliki jas hujan, tapi mereka selalu punya stok kantong kresek di bagasi motor.

Ciri khas : Helm dibungkus kresek, sepatu masuk kresek, sampai HP pun masuk kresek. Penampilan nomor sekian, yang penting gadget dan barang berharga tidak basah. Pokoknya mengutamakan barang daripada diri sendiri, deh!

5. Si Gas Poll Sebelum Deras

ilustrasi mengendarai motor saat hujan
ilustrasi mengendarai motor saat hujan (pexels.com/cottonbro studio)

Ini adalah tipe pengendara yang suka memacu adrenalin. Saat gerimis mulai turun, mereka justru memutar tuas gas sedalam mungkin alih-alih menepi untuk berteduh.

Ciri khas : Berharap bisa sampai tujuan sebelum hujan benar-benar tumpah dari langit. Sayangnya, seringkali mereka malah kena "prank" oleh alam. Makin kencang mereka melaju, makin deras hujannya. Akhirnya basah kuyup juga pas sampai rumah.

6. Si Langsung Berteduh Sambil Nyari Makan

ilustrasi mie instan (vecteezy.com/Tomy Ardiansyah)
ilustrasi mie instan (vecteezy.com/Tomy Ardiansyah)

Tipe ini biasanya tidak mau rugi. Sambil menunggu hujan reda, mereka akan mencari warung terdekat. Biasanya untuk mencari gorengan, coto atau bahkan mie instan. Cuaca dingin dianggap cukup untuk bangkitkan selera makan.

Ciri khas : Motor diparkir dengan aman, pemiliknya asyik menyantap makanan hangat. Hujan bukan musuh, tapi jadi alasan untuk makan enak. Setidaknya perut sudah terisi ketika sudah tiba di tempat tujuan!

Nah, itu tadi 6 tipe pengendara motor jika hujan turun. Kamu yang mana, nih? Tapi, apapun tipe pengendaranya, keselamatan tetap yang nomor satu, guys!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us

Latest Travel Sulawesi Selatan

See More