Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Profil Rahmat Erwin, Atlet Sulsel Peraih Emas di Asian Games 2026
Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berpose usai meraih medali emas pada final kelas 75 kilogram angkat besi Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9/2026). (ANTARA FOTO/Fauzan/nym.)
  • Rahmat Erwin meraih emas angkat besi 75 kg putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan total 366 kg, sekaligus memecahkan rekor dunia snatch 160 kg dan clean and jerk 206 kg.

  • Lahir di Makassar pada 13 Oktober 2000, Rahmat berlatih sejak kelas 1 SD di bawah bimbingan ayahnya, Erwin Abdullah, dalam fasilitas terbatas.

  • Karier internasionalnya mencakup emas SEA Games 2019, perunggu Olimpiade Tokyo 2020, serta emas dan rekor pada Asian Games Hangzhou 2022 sebelum kembali juara di Nagoya 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Atlet cabang olahraga angkat besi (lifter) kelahiran Sulawesi Selatan, Rahmat Erwin, kembali catatkan prestasi di ajang internasional. Ia berhasil meraih medali emas nomor 75 kg putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sembari memecahkan 2 rekor dunia.

Ini terjadi dalam final yang berlangsung di Nagoya City Trade and Industry Centre, Aichi, Jepang, pada Sabtu (26/9/2026) malam. Rahmat mencatatkan total angkatan 366 kilogram, dengan rincian 160 kilogram snatch dan 206 kilogram clean and jerk. Sebelumnya, rekor untuk nomor 75 kg putra adalah 159 kilogram snatch serta 195 kilogram clean and jerk.

Rahmat Erwin dan rekor memang menjadi hal yang tidak terpisahkan. Terlebih sejak atlet 25 tahun tersebut mulai serius menjadi lifter sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seperti apa sepak terjangnya sejauh ini? Berikut profil lengkap Rahmat Erwin.

1. Sudah digembleng oleh sang ayah untuk menjadi lifter sejak masih duduk di bangku SD

Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah melakukan angkatan clean and jerk pada final kelas 75 kilogram angkat besi Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9/2026). (ANTARA FOTO/Fauzan/nym.)

Lahir di Makassar pada 13 Oktober 2000, bakat angkat besi Rahmat Erwin mengalir kuat dari kedua orang tuanya. Sang ayah, Erwin Abdullah, adalah lifter nasional peraih perak Kejuaraan Asia 1995 di Busan dan perunggu Kejuaraan Dunia IWF 1994 di Istanbul. Sementara sang ibu, Ami AB, adalah peraih medali emas SEA Games Chiang Mai 1995 dan Jakarta 1997.

Kisah sukses Rahmat tidak dibangun dari fasilitas mewah. Sejak kelas 1 SD, ia mulai berlatih di bawah bimbingan langsung sang ayah di sebuah ruangan di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Makassar. Latihannya sendiri berlangsung dengan kondisi serba terbatas. Penerangan minim, alat seadanya, serta dana dari kantong pribadi sang ayah jika terjadi cedera atau untuk memenuhi kebutuhan turnamen.

2. Mulai berlaga di ajang internasional pada tahun 2017, dan meraiih medali emas pertama 2 tahun kemudian

Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah memegang Bendera Merah Putih usai meraih medali emas pada final kelas 75 kilogram angkat besi Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9/2026). (ANTARA FOTO/Fauzan/nym.)

Sempat vakum, Rahmat kembali memantapkan langkahnya di panggung angkat besi saat menginjak bangku SMP. Berawal dari kejuaraan nasional level pelajar yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), namanya mulai menarik perhatian di tingkat nasional.

Pengalaman internasional Rahmat dimulai saat ia tampil pada IWF Youth World Championships Tokyo 2017. Kerja kerasnya membawa hasil manis ketika ia meraih medali emas nomor 73 kg angkatan snatch pada Asian Junior Championships 2019 di Pyongyang, Korea Utara.

Pada tahun yang sama, ia menyabet emas di SEA Games Manila 2019 sekaligus memecahkan rekor sebagai peraih emas termuda nomor 73 kg. Tren positif tersebut berlanjut pada Asian Junior Championships 2020 di Tashkent dengan tambahan koleksi emas.

3. Sukses meraih medali emas sembari memecahkan rekor dunia di 2 edisi Asian Games berturut-turut

Lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berdiri usai melakukan angkatan clean and jerk pada final kelas 75 kilogram angkat besi Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9/2026). (ANTARA FOTO/Fauzan/nym.)

Medali emas di Asian Junior Championships 2020 ternyata menjadi tiketnya untuk berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Terjun ke nomor 73 kg, Erwin berhasil menjadi meraih medali perunggu berkat catatan total angkatan mencapai 342 kilogram.

Perlahan, prestasinya semakin menanjak sejak Olimpiade 2020. Erwin meraih emas nomor 73 kgputra Asian Games Hangzhou 2022. Ia juga memecahkan 2 rekor sekaligus yakni total angkatan 201 kilogram clean and jerk yang menjadi rekor dunia, dan total angkatan 359 kilogram yang menjadi rekor Asian Games.

Lalu, 4 tahun berselang di Nagoya, Erwin sukses menggondol medali emas dari nomor 75 kg sembari lagi-lagi memecahkan rekor dunia. Ini menjadi emas kedua Indonesia setelah sebelumnya diraih Tim Bulu Tangkis Beregu Putra setelah mengalahkan China pada Kamis (24/9/2026) lalu.

Kini, Rahmat Erwin sedang membidik target lain yakni tampil di Olimpiade Los Angeles 2028. Akankah terwujud? Yang pasti, ia sedang berusaha keras untuk kembali berlaga di ajang multievent olahraga paling bergengsi tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article