TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Beroperasi Desember 2019, Bandara Buntu Kunik Didarati Pesawat ATR 72

Pembangunan infrastruktur berupa jalan dan pedestrian

ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Makassar, IDN Times - Jika tidak ada aral, Bandara Buntu Kunik sudah beroperasi pada Desember 2019. Dengan, beroperasinya bandara internasional itu diprediksi bakal menaikkan jumlah turis ke Toraja. 

Hal itu disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, seperti dikutip dari Antara, Kamis (22/8).

Toraja menyebut Toraja adalah aset dunia, terutama Toraja Utara, memiliki banyak tempat wisata terbaik dunia sehingga harus dikelola dengan baik

Baca Juga: Deretan Pesawat Tempur Tercanggih Dunia. Indonesia Punya yang Mana? 

1. Beroperasi Desember 2019, Bandara Buntu Kunik didarati pesawat ATR 72

Pesawat ATR 72 milik Garuda Indonesia (Wikipedia.org/Sabung.hamster)

Gubernur Nurdin menilai bahwa Toraja sudah menjadi aset dunia. Dia juga berkomitmen untuk menyelesaikan sejumlah program strategis untuk menarik wisatawan masuk di Toraja.

Salah satu yang diharapkan menaikkan  jumlah turis, baik dalam maupun luar negeri adalah Bandara Buntu Kunik.

"Bandara Buntu Kunik sudah bisa beroperasi pada bulan Desember 2019, dengan didarati pesawat ATR 72. Ini akan menjadi Bandara tercantik di Indonesia," jelas alumni Universitas Jepang itu.

2. Bandara ini bakal ditunjang jalan dan pedestrian yang tengah dibangun

Lampu untuk pejalan kaki (Pixabay/Minka2507)

Pengoperasian bandara tersebut bakal ditunjang infrastruktur lain, seperti jalan dan pedestrian yang dibangun sepanjang jalan di Rantepao Toraja Utara. Dengan demikian, akses jalan juga memberi ruang khusus bagi pejalan kaki sehingga mereka merasa aman baik di siang hari maupun malam hari.

"Saya menaruh harapan bahwa Toraja ini akan menjadi wisata terbaik. Jadi saya yakin Toraja ini akan berjalan dengan baik setelah pembangunan infrastruktur diselesaikan," jelas mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Baca Juga: DPRD Sulsel Tunda Paripurna Angket Gubernur Nurdin, Ini Alasannya

3. Pelebaran jalan di Rantepao Toraja yang dimulai dari pembongkaran kantor camat

ANTARA/HO/Humas Pemprov Sulsel

Bupati Kabupaten Toraja Utara Kalatiku Paembonan mengungkap bahwa pelebaran jalan di Rantepao Toraja yang dimulai dari pembongkaran kantor camat. 

"Pembongkaran kantor pemerintah sebagai contoh bahwa kami tidak ada pandang bulu demi untuk pembangunan infrastruktur jalan ini," kata Kalatiku Paembonan.

Pembangunan dan renovasi jalan dan jembatan provinsi di Kabupaten Toraja Utara dari anggaran tahun 2019 terdiri dari empat paket pengerjaan, yakni Ruas batas Luwu - Tedong Bonga, Ruas Rantepao - batas Sulawesi Barat, ruas Rantepao - Sa'dan - Batu Sitanduk dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan provinsi dan Pemda Toraja Utara.

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah mengatakan pembangunan
jalan Rantepao (Toraja Utara)-Bua (Kabupaten Luwu) akan memberikan dampak positif yaitu peningkatan sektor kepariwisataan, khususnya di Luwu Raya.

Pembangunan jalan itu dimulai tahun 2019. Panjang jalan Rantepao-Bua mencapai 41 kilometer dengan lebar 14 meter dan 4 lajur.

Berita Terkini Lainnya