Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ganggu Ketertiban Umum, Pengiring Jenazah Ricuh dengan TNI di Manado
Kericuhan antara anggota TNI dengan iring-iringan jenazah di depan Makodam XIII/Merdeka, Jalan 14 Februari, Wanea, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (5/1/2024). IDNTimes/Istimewa

Manado, IDNTimes – Sebuah video yang menunjukkan konflik iring-iringan mobil jenazah dengan TNI di Manado, Sulawesi Utara, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di depan Markas Kodam XIII/Merdeka, Jalan 14 Februari, Wanea, Manado, Jumat (5/1/2024) sore.

Dari video tersebut, massa iring-iringan berhenti di tengah jalan dan terlibat adu mulut dengan warga serta anggota TNI. Tak lama, perkelahian pun terjadi antara massa iring-iringan jenazah dan sejumlah anggota TNI.

"Itu awalnya kejadiannya antar warga. Jadi ada warga yang merasa terganggu kemudian berreaksi," jelas Kapendam XIII/Merdeka, Kolonel Kav Mujahidin, Sabtu (6/1/2024).

1.Terganggu dengan knalpot yang bising

Ilustrasi knalpot brong. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Peristiwa berawal dari iring-iringan jenazah bersama mobil ambulans menuju TPU Teling Atas. Iring-iringan jenazah yang mayoritas mengendarai sepeda motor tersebut sempat berhenti di tengah jalan depan Markas Kodam XIII/Merdeka.

Hal itu membuat pengendara lain dan warga sekitar tak bisa melintas hingga melayangkan protes. Selain itu, warga juga terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan iring-iringan jenazah karena mereka menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong.

Ditambah lagi, pengiring jenazah justru berteriak-teriak sepanjang jalan. Padahal, iring-iringan jenazah yang didampingi Babinsa dan Babikamtibmas tersebut sudah diimbau agar tak membuat kegaduhan dan tertib di sepanjang rute.

2.Sebagian pengiring jenazah di bawah pengaruh miras

Markas Kodam XIII/Merdeka di Jalan 14 Februari, Wanea, Manado, Sulawesi Utara. IDNTimes/Savi

Saat diprotes warga, para pengiring jenazah yang sebagian dalam pengaruh minuman keras justru tidak terima. Mereka menantang balik dengan menarik tuas gas sepeda motor lebih kencang.

“Warga yang tidak terima kemudian turun ke jalan dan menghadang rombongan sehingga terlibat bentrok,” kata Mujahidin.

Anggota Kodam XIII/Merdeka yang melihat bentrokan tersebut keluar dari markas dengan tujuan melerai. Namun, mereka juga mendapatkan perlawanan dari para pengiring jenazah yang kembali menggeber gas sepeda motornya. Hal itu membuat anggota TNI emosi dan ikut terlibat perkelahian.

3.Knalpot brong semakin meresahkan

Tumpukan knalpot brong atau racing yang diamankan Polrestabes Makassar. (Dahrul Amri/IDN Times Sulsel)

Mujahidin menyebut pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin menahan emosi. “Tapi hal seperti ini kan tidak direncanakan,” ujar Mujahidin.

Seorang warga bernama Andy Frans, mengatakan bahwa yang dilakukan TNI sudah benar. Penggunaan knalpot brong serta teriakan dari pengiring jenazah di Manado selama ini sebenarnya sudah lama meresahkan warga.

“Yang dilakukan TNI memang kasar tapi itu juga diperlukan karena diperingatkan baik-baik sudah tidak bisa. Buat apa melanggengkan kebiasaan yang bisa mengganggu ketertiban umum seperti itu?” tutupnya.

Editorial Team

EditorSavi

Related Article