Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sakit Hati, Seorang Anak di Manado Bunuh Ayah Kandungnya

Sakit Hati, Seorang Anak di Manado Bunuh Ayah Kandungnya
Korban pembunuhan anak kandung saat dibawa ke RS Siti Maryam, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (2/1/2024) malam. IDNTimes/Dok. Polresta Manado
Share Article

Manado, IDN Times - Seorang lelaki bernama David Boham (52) tewas ditikam anak kandungnya yang bernama Adipati Boham (22) alias Opel. Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban yang berada di Kelurahan Islam, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (2/1/2024) sekitar pukul 23.37 Wita.

Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol May Diana Sitepu, mengatakan bahwa pelaku sudah ditahan. Saat kejadian, pelaku disebut dalam keadaan mabuk.

“Iya, pelaku dalam keadaan mabuk berat saat itu,” jelas Sitepu, Rabu (3/1/2024).

1.Berawal dari sebuah teguran

Korban pembunuhan anak kandung saat di RS Siti Maryam, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (2/1/2024) malam. IDNTimes/Dok. Polresta Manado
Korban pembunuhan anak kandung saat di RS Siti Maryam, Manado, Sulawesi Utara, Selasa (2/1/2024) malam. IDNTimes/Dok. Polresta Manado

Kasus bermula saat Adipati menemani temannya makan di dapur rumah korban. Keduanya ditegur oleh David agar tak merokok di dapur.

Pelaku yang sudah dalam keadaan mabuk tersulut emosinya dan balik membentak ayah kandungnya. Adu mulut terus terjadi hingga Opel menikam ayahnya sendiri menggunakan pisau dapur.

Korban pun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Siti Maryam Manado. Sayang, nyawanya tidak tertolong. “Korban ditikam di bagian perut,” tambah Sitepu.

2.Pelaku menyerahkan diri ke polisi

Pelaku pembunuhan ayah kandung bernama Adipati Boham saat menyerahkan diri ke polisi. IDNTimes/Dok. Polresta Manado
Pelaku pembunuhan ayah kandung bernama Adipati Boham saat menyerahkan diri ke polisi. IDNTimes/Dok. Polresta Manado

Usai menikam ayahnya, Opel menyerahkan diri ke Polsek Singkil. “Saat sampai di Polsek Singkil, saya mengaku menikam ayah saya,” jelas Opel.

Ia mengaku sudah sangat emosi ketika itu. Saat kejadian, Opel menganggap teguran ayahnya sebagai pengusiran karena tak diperbolehkan merokok di dalam rumah.

Selain karena ditegur, pelaku juga sudah menyimpan amarah pada ayahnya sejak lama.

3.Pelaku kesal sering dipukul di depan teman-teman

ilustrasi seseorang mendapatkan kekerasan (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi seseorang mendapatkan kekerasan (pexels.com/RDNE Stock project)

Opel mengaku tak hanya sekali itu dia dimarahi sang ayah. “Saya sudah sering dipukul sejak kecil,” katanya.

Bahkan, Opel sering dimarahi dan dipukul di depan teman-temannya. Hal tersebut yang juga menjadi pemicu emosi Opel meledak lalu menikam ayahnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
Savi
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Savi
EditorSavi

Latest News Sulawesi Selatan

See More

Tolak PSEL, Warga Tamalanrea Kepung Kantor DPRD Sulsel

09 Jun 2026, 23:10 WIBNews