Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sulaeman Rotte, Calon Haji Tertua Sulsel Berangkat di Usia 102 Tahun
Sulaeman Rotte Bagulu (102), calon haji tertua asal Sulsel. (Dok. Istimewa)
  • Sulaeman Rotte Bagulu, warga Kelurahan Kassa, Kabupaten Pinrang, akan menunaikan ibadah haji pada usia 102 tahun.
  • Sulaeman mendaftar haji sejak 2018 dan harus menunggu tujuh tahun untuk mendapatkan giliran. Dia juga tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
  • Gaya hidup aktif dan sederhana serta aktivitas di sawah dan kebun menjadi kunci kesehatan Sulaeman yang tetap bugar meski berusia lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Semangat luar biasa ditunjukkan Sulaeman Rotte Bagulu, warga Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang. Di usianya yang telah mencapai 102 tahun, dia tercatat sebagai jemaah calon haji (JCH) tertua asal Sulawesi Selatan yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Lahir pada 31 Desember 1922, Sulaeman dikenal sebagai sosok sederhana dan pekerja keras. Dia menghabiskan masa mudanya sebagai petani sawah dan pengelola kebun kakao di kampung halamannya. Meskipun telah sepuluh tahun tidak lagi menggarap sawah, dia masih aktif mengurus kebun cokelat miliknya.

Meski usianya telah melewati satu abad, kondisi fisik Sulaeman tergolong bugar. Hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa dia sehat dan layak berangkat haji meski tetap mendapat pendampingan petugas selama di Tanah Suci. 

"Alhamdulillah sehat-sehat, cuma kadang tekanan darah naik," katanya saat diwawancarai awak media di Asrama Haji, Makassar, Kamis (1//2025).

1. Mendaftar haji sejak tahun 2018

Jemaah calon haji kloter pertama Embarkasi Makassar memasuki Asrama Haji Sudiang, Rabu (1/5/2025). (IDN Times/Istimewa)

Sulaeman mulai mendaftar haji sejak tahun 2018 dan harus menunggu selama tujuh tahun untuk mendapatkan giliran. Dia mendaftar sendiri dan berangkat seorang diri dari Embarkasi Makassar. 

Keputusannya untuk berhaji terinspirasi dari pengalaman umrah bersama anaknya beberapa tahun lalu. Dia juga tidak pernah mengenyam pendidikan di bangksu sekolah sehingga tidak bisa baca tulis. Meski begitu, dia menghafal beberapa surah dan selalu menunaikan salat.

"Yang dipersiapkan itu saja, sembahyang, salat," katanya.

2. Gaya hidup aktif kunci menjaga kesehatann

Ilustrasi jemaah haji (kemenag.go.id)

Meski mengaku tidak terlalu memilih makanan, Sulaeman menyebut gaya hidup aktif dan sederhana sebagai salah satu kunci kesehatannya. Dia juga menyebut aktivitasnya di sawah dan kebun menjadi pendorong sehingga fisiknya selalu bugar meski usianya tak lagi muda.

"Sembarang saya makan, tidak pilih-pilih. Olahraga waktu kerja di sawah dulu," ucapnya.

Sulaeman merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara, ayah dari tujuh anak, dan telah memiliki 34 cucu. Keberangkatannya ke Tanah Suci menjadi kebanggaan keluarga dan warga sekitar, yang ramai mendoakan keselamatannya serta kesuksesan ibadah hajinya.

3. Usia bukan penghalang untuk tunaikan ibadah haji

ilustrasi haji ke Makkah (pexels.com/Mutahir Jamil)

Kisah Sulaeman menjadi inspirasi bahwa usia bukanlah penghalang untuk menunaikan rukun Islam kelima itu. Semangat dan keteguhannya memberikan pelajaran penting tentang makna kesabaran, keikhlasan, dan ketulusan dalam menjalani kehidupan.

"Tujuh tahun menunggu. Menabung, langsung naik. Saya naik sendiri (tanpa keluarga)," katanya.

Editorial Team

Related Article