Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rafli Tewas di Kandea Makassar, Biddokes Pastikan Ada Luka Tembak
Kabiddokkes Polda Sulsel, Muhammad Haris saat menyampaikan temuan pemeriksaan jenazah remaja Kandea Makassar yang tewas ditembak. IDN Times/Darsil Yahya
  • Tim forensik menemukan satu luka masuk dan satu luka keluar pada tubuh Rafli Ramadhani yang menyerupai luka tembak.

  • Jenis dan ukuran proyektil belum diketahui karena hasil pemeriksaan balistik masih ditunggu.

  • Polisi memeriksa personel, senjata, dan proyektil untuk mendalami kesesuaian penggunaan senjata dengan SOP.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
27/9/2026 dini hari

Rafli Ramadhani tewas dalam insiden pertikaian antarwarga di Jalan Kandea, Makassar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tim forensik menemukan satu luka masuk dan satu luka keluar yang menyerupai luka tembak pada tubuh Rafli Ramadhani.
  • Who?
    Rafli Ramadhani alias Pingky, Tim Forensik, Bidlabfor, serta personel yang bertugas saat pembubaran pertikaian.
  • Where?
    Insiden terjadi di Jalan Kandea, Makassar, Sulawesi Selatan.
  • When?
    Minggu (27/9/2026) dini hari.
  • Why?
    Asal proyektil dan penggunaan senjata masih didalami untuk mengetahui jenis proyektil serta kesesuaiannya dengan SOP.
  • How?
    Pemeriksaan luar dan autopsi menemukan luka pada punggung kiri serta luka keluar di lengan kanan, kemudian hasilnya akan dicocokkan melalui pemeriksaan balistik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rafli Ramadhani meninggal setelah pertikaian antarwarga di Jalan Kandea, Makassar. Tim forensik menemukan luka di punggung dan lengan yang mirip luka tembak. Polisi masih memeriksa senjata, proyektil, dan petugas yang bertugas. Hasil balistik belum selesai, jadi jenis proyektil dan kesesuaian penggunaan senjata dengan SOP masih diperiksa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemeriksaan luar, autopsi, dan uji balistik dilakukan melalui tahapan yang melibatkan tim forensik, Bidlabfor, serta penyidik. Proses ini membantu memperjelas luka, proyektil, dan penggunaan senjata secara berbasis pemeriksaan. Pemeriksaan terhadap personel juga menjadi bagian dari penelusuran kesesuaian tindakan saat pembubaran pertikaian dengan SOP.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times – Tim forensik menemukan luka yang menyerupai luka tembak pada tubuh Rafli Ramadhani alias Pingky (19), remaja yang tewas dalam insiden tawuran antarwarga di Jalan Kandea, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (27/9/2026) dini hari.

1. Tembakan tembus hingga ke punggung

Luka pada punggung kiri korban diduga bekas tembakan peluru tajam/Dok. Istimewa

Kabiddokkes Polda Sulsel, Muhammad Haris, mengatakan temuan tersebut diketahui setelah tim melakukan pemeriksaan luar dan dilanjutkan dengan autopsi atas persetujuan keluarga korban.

"Dalam pemeriksaan kita dapatkan memang di punggung belakang ada luka yang bundar, kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak," kata Haris saat jumpa pers, Minggu.

2. Hasil balistik masih ditunggu

ilustrasi pistol (pexels.com/Kaboompics.com)

Haris menjelaskan, luka tersebut berada di bagian luar punggung kiri dan terdapat luka keluar di lengan kanan. Menurutnya, luka pada tubuh korban berukuran kecil dan menyerupai luka akibat proyektil peluru.

"Dari pemeriksaan awal, ditemukan satu luka masuk dan satu luka keluar yang menunjukkan adanya luka tembus dipunggung," ujarnya.

Meski ditemukan luka yang menyerupai luka tembak, pihak forensik belum menyampaikan jenis maupun ukuran proyektil yang mengenai tubuh korban. Haris mengatakan hasil pemeriksaan terkait proyektil akan diserahkan kepada penyidik untuk dilakukan pencocokan melalui pemeriksaan balistik.

"Uji balistik akan dilaksanakan oleh Bidlabfor untuk menentukan besaran dan jenis proyektil yang digunakan," bebernya.

3. Polisi dalami asal proyektil

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto didampingi Kapolrestabea Makassar, Kombes Pol Arya Perdana dan Kakak Korban Rafly, Hasrullah (40) saat jumpa pers di Biddokes Polda Sulsel, Minggu (27/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan seluruh personel yang bertugas saat pembubaran tawuran di Kandea Makassar masih menjalani pemeriksaan.

Polisi masih mendalami personel yang memberikan tembakan peringatan, senjata yang digunakan, hingga jenis proyektil yang ditemukan.

"Nanti berapa orang yang memberikan peringatan, senjatanya siapa, proyektil jenis apa, nanti hasil dari penyidikan termasuk juga hasil Labfor kita tunggu bersama," kata Didik.

Didik juga mengatakan pemeriksaan tersebut akan menentukan apakah penggunaan senjata oleh personel saat membubarkan pertikaian telah sesuai dengan SOP atau tidak.

"Nah, itu sekarang masih dilakukan pemeriksaan. Di situlah nanti akan diketahui sesuai SOP apa tidaknya. Kemudian senjata apa yang digunakan, nanti hasil dari Labfor," tuturnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article