Makassar, IDN Times – Tim forensik menemukan luka yang menyerupai luka tembak pada tubuh Rafli Ramadhani alias Pingky (19), remaja yang tewas dalam insiden tawuran antarwarga di Jalan Kandea, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (27/9/2026) dini hari.
Rafli Tewas di Kandea Makassar, Biddokes Pastikan Ada Luka Tembak

1. Tembakan tembus hingga ke punggung
Kabiddokkes Polda Sulsel, Muhammad Haris, mengatakan temuan tersebut diketahui setelah tim melakukan pemeriksaan luar dan dilanjutkan dengan autopsi atas persetujuan keluarga korban.
"Dalam pemeriksaan kita dapatkan memang di punggung belakang ada luka yang bundar, kemudian pada pemeriksaan selanjutnya ada luka keluar yang menyerupai luka tembak," kata Haris saat jumpa pers, Minggu.
2. Hasil balistik masih ditunggu
Haris menjelaskan, luka tersebut berada di bagian luar punggung kiri dan terdapat luka keluar di lengan kanan. Menurutnya, luka pada tubuh korban berukuran kecil dan menyerupai luka akibat proyektil peluru.
"Dari pemeriksaan awal, ditemukan satu luka masuk dan satu luka keluar yang menunjukkan adanya luka tembus dipunggung," ujarnya.
Meski ditemukan luka yang menyerupai luka tembak, pihak forensik belum menyampaikan jenis maupun ukuran proyektil yang mengenai tubuh korban. Haris mengatakan hasil pemeriksaan terkait proyektil akan diserahkan kepada penyidik untuk dilakukan pencocokan melalui pemeriksaan balistik.
"Uji balistik akan dilaksanakan oleh Bidlabfor untuk menentukan besaran dan jenis proyektil yang digunakan," bebernya.
3. Polisi dalami asal proyektil
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan seluruh personel yang bertugas saat pembubaran tawuran di Kandea Makassar masih menjalani pemeriksaan.
Polisi masih mendalami personel yang memberikan tembakan peringatan, senjata yang digunakan, hingga jenis proyektil yang ditemukan.
"Nanti berapa orang yang memberikan peringatan, senjatanya siapa, proyektil jenis apa, nanti hasil dari penyidikan termasuk juga hasil Labfor kita tunggu bersama," kata Didik.
Didik juga mengatakan pemeriksaan tersebut akan menentukan apakah penggunaan senjata oleh personel saat membubarkan pertikaian telah sesuai dengan SOP atau tidak.
"Nah, itu sekarang masih dilakukan pemeriksaan. Di situlah nanti akan diketahui sesuai SOP apa tidaknya. Kemudian senjata apa yang digunakan, nanti hasil dari Labfor," tuturnya.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Kronologi Remaja Kandea Tewas saat Polisi Bubarkan Tawuran di Makassar27 Sep 2026, 19:39 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB