Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg, Antisipasi Kepulangan Jemaah Haji-Libur Sekolah
Ilustrasi tabung LPG 3kg. (Dok. Pertamina)
  • Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG 3 kilogram hingga 35 persen untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Barat guna mengantisipasi lonjakan konsumsi saat kepulangan jemaah haji dan libur sekolah.
  • Pertamina mengimbau masyarakat membeli LPG subsidi di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai HET serta menjaga distribusi tetap tepat sasaran bagi penerima yang berhak.
  • Pertamina mengajak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memperkuat pengawasan distribusi LPG bersubsidi demi mencegah penyalahgunaan dan memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menambah pasokan LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi masyarakat selama periode kepulangan jemaah haji dan libur sekolah.

Tambahan pasokan atau ekstra dropping tersebut mencapai 35 persen dari rata-rata penyaluran harian normal. Pertamina menyebut penambahan suplai akan disalurkan sepanjang pekan ini guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Peningkatan pasokan menjadi langkah antisipatif di tengah sejumlah momentum yang berpotensi mendorong kenaikan konsumsi LPG rumah tangga. Selain kepulangan jemaah haji, aktivitas masyarakat selama masa liburan sekolah diperkirakan turut memengaruhi kebutuhan energi.

1. Pertamina tambah pasokan LPG 3 Kg sebesar 35 persen

Ilustrasi tabung LPG 3kg. (Dok. Pertamina)

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok LPG 3 kilogram di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dalam kondisi aman. Distribusi tambahan pasokan juga terus dipantau agar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan LPG bersubsidi.

"Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 Kg sebanyak 35 persen dari rerata harian normalnya untuk wilayah Sulawesi Selatan dan Barat. Langkah ini kami lakukan sebagai upaya antisipatif terhadap potensi peningkatan konsumsi masyarakat pada momentum kepulangan jemaah haji serta periode libur sekolah," ujarnya dalam siaran pers yang dikutip, Rabu (10/6/2026).

"Kami memastikan stok LPG dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan sesuai kebutuhan masyarakat," lanjut Lilik.

2. Masyarakat diminta beli di pangkalan resmi

Ilustrasi tabung LPG 3kg. (Dok. Pertamina)

Selain menambah pasokan, Pertamina mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kilogram di pangkalan resmi. Langkah ini penting agar masyarakat memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Pertamina juga mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima bantuan dari pemerintah. Karena itu, distribusinya perlu dijaga agar tetap tepat sasaran.

Dengan membeli di pangkalan resmi, masyarakat juga dapat membantu menciptakan tata niaga LPG subsidi yang lebih tertib. Hal tersebut sekaligus meminimalkan potensi permainan harga di tingkat pengecer.

3. Pertamina ajak pemerintah dan APH awasi distribusi

Ilustrasi tabung LPG 3kg. (Dok.IDN Times/istimewa)

Pertamina berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum terus bersinergi melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi di lapangan. Pengawasan dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan serta memastikan stok tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Kami mengajak Pemerintah Daerah dan Aparat Penegak Hukum untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap penyaluran LPG 3 Kg agar distribusinya tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang memang berhak menerima subsidi dari pemerintah," kata Lilik.

"Sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat," tambahnya.

Pertamina menyatakan akan terus melakukan monitoring penyaluran LPG secara intensif selama periode peningkatan konsumsi. Koordinasi dengan pemerintah daerah, agen, dan pangkalan resmi juga akan diperkuat demi menjaga kelancaran distribusi di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Editorial Team

Related Article