Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Peminat Sekolah Rakyat di Sulsel Jenjang SMA Diklaim Membludak
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar yang berlokasi di BBPPKS, Jumat (24/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)
  • Peminat Sekolah Rakyat jenjang SMA di Sulsel membludak, dengan 352 pendaftar untuk kuota hanya 90 siswa, disusul SMP yang juga melebihi kapasitas.
  • Minat pada jenjang SD justru rendah, hanya tersisa 16 pendaftar dari target 90 siswa setelah dua calon murid mengundurkan diri.
  • Pemerintah mengalihkan sisa kuota SD ke jenjang SMP dan SMA serta membuka peluang penambahan kuota jika disetujui Kementerian Sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan berbeda pada setiap jenjang pendidikan. Pendaftar jenjang SMA dan SMP melampaui kuota yang tersedia, sementara jumlah calon siswa SD masih jauh dari target.

Kepala Dinas Sosial Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal, mengatakan pemerintah telah menetapkan kuota penerimaan siswa Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, masing-masing mendapat alokasi 90 siswa.

"Animo masyarakat dari seluruh 24 kabupaten/kota itu, animo yang paling besar adalah siswa untuk SMA," kata Malik, Minggu (5/7/2026).

1. Peminat SMA mencapai hampir empat kali lipat kuota

Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar yang berlokasi di BBPPKS, Jumat (24/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Malik mengungkapkan animo masyarakat paling tinggi terjadi pada jenjang SMA. Di Sekolah Rakyat Makassar, kuota yang tersedia hanya 90 siswa, namun jumlah pendaftar mencapai 352 orang.

"Target kuota kita di SMA yang ada di Makassar ini 90 calon siswa yang akan kita tetapkan, tapi yang mendaftar ada 352 siswa," kata Malik.

Kondisi serupa juga terjadi pada jenjang SMP. Dari kuota 90 siswa, jumlah pendaftar telah melampaui 200 orang.

2. Pendaftar SD hanya tersisa 16 siswa

Sejumlah siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas, Kamis (23/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Berbeda dengan SMA dan SMP, minat masyarakat untuk mendaftarkan anak ke jenjang SD masih rendah. Dari kuota 90 siswa, awalnya hanya 18 anak yang mendaftar.

Namun, menjelang penetapan peserta didik, dua calon siswa memutuskan mengundurkan diri. Kondisi itu membuat jumlah pendaftar yang tersisa hanya 16 orang.

"Yang menjadi pekerjaan rumah kami adalah SD. Karena kita diharapkan untuk bisa merekrut sebanyak 90 siswa SD, ternyata yang mendaftar itu cuma 18. Itu pun di akhir ini ternyata ada dua lagi yang mundur, jadi tinggal 16," kata Malik.

3. Sisa kuota SD dialihkan sementara ke SMP dan SMA

Sejumlah siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 23 Makassar mengikuti kegiatan belajar di ruang kelas, Kamis (23/10/2025). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Jumlah pendaftar jenjang SD yang jauh di bawah kuota membuat banyak kursi belum terisi. Pemerintah pun mengalihkan sementara sisa kuota tersebut ke jenjang SMP dan SMA yang memiliki peminat lebih banyak.

"Untuk SD ini, untuk tahun ajar itu cuma 16, artinya satu kelas. Kemudian kuota sisanya itu ada kurang lebih 74 atau 75 nanti. Itu kita alihkan untuk digunakan oleh siswa SMP dan SMA," Malik.

Malik mengatakan peluang penambahan kuota masih terbuka apabila mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial. Jika hal itu terealisasi, maka calon siswa SMP dan SMA yang belum lolos seleksi akan diprioritaskan untuk dipanggil kembali mengikuti tahun ajaran 2026/2027.

Curated For You

Editorial Team

Related Article