One Stop Service di Embarkasi Makassar, Jemaah Haji Lansia Diutamakan

Makassar, IDN Times - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, per Kamis (1/5/2025), mulai melayani proses pemberangkatan jemaah haji asal delapan provinsi, termasuk Sulawesi Selatan. Kelompok terbang (kloter) 1 asal Kota Makassar masuk asrama haji Sudiang pada Kamis pagi dan berangkat dengan pesawat menuju Madinah pada Jumat dini hari (2/5/2025).
Ketua PPIH Embarkasi Makassar Ali Yafid mengatakan, penerimaan jemaah haji dari berbagai hingga pemberangkatan melalui Asrama Haji Sudiang tahun ini diupayakan sesingkat mungkin. Dalam prosesnya, tidak ada lagi seremoni serah terima oleh pemerintah daerah dan PPIH sebagaimana tahun-tahun lalu.
“Tidak ada lagi seremoni penerimaan jemaah secara resmi seperti tahun-tahun sebelumnya. Layananan diupayakan sesingkat mungkin dengan menerapkan sistem one stop service,” ucap Ali Yafid yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel.
1. Penerimaan jemaah haji dalam satu ruangan, lansia dan difabel diutamakan

Ali Yafid menerangkan, sistem one stop service dapat memangkas waktu pelaksanaan penerimaan jemaah karena semua layanan dilaksanakan dalam satu satu ruangan, yaitu Aula Arafah. "Mulai dari pembagian gelang identitas, pemeriksaan kesehatan, keimigrasian, pembagian paspor, hingga layanan akomodasi,” ucapnya.
Adapun layanan yang diberikan pada sistem one stop service ini diawali dengan pembagian dan pemasangan gelang identitas dan pembagian lembar akomodasi untuk nomor kamar jemaah selama transit di asrama haji Makassar. Kemudain penyerahan living cost sebesar 750 Riyal Arab Saudi, dan pemeriksaan kesehatan. Seluruh tahapan layanan terlaksana sekira 1 jam 45 menit.
Untuk jemaah kategori lansia diarahkan ke tempat yang disediakan khusus di dekat pintu masuk aula Arafah untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, sementara perempuan usia subur juga ditempatkan terpisah untuk dilakukan tes kehamilan.
"Jemaah lansia dan disabilitas diistimewakan dengan mendapatkan layanan khusus dari petugas. Mereka tidak perlu antri seperti jemaah lainnya, namun cukup duduk di tempat masing-masing dan petugas yang akan mengurus dan melayani segala kebutuhannya," kata Ali.
2. Penerimaan jemaah haji kloter 1 tanpa kendala

Setelah seluruh tahapan lahayanan dilalui, jemaah kemudian diantar ke wisma masing-masing menggunakan bus Shalawat milik UPT Asrama Haji Makassar. Adapun koper dan barang bawaan jemaah sepenuhnya diurus oleh porter yang akan mengantarkan ke wisma jemaah menginap dengan menggunakan utility vehicle (kereta golf).
Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH embarkasi Makassar Yunus Syam mengaku bahagia karena layanan dan penerimaan kloter 1 hari pertama operasional penyelenggaraan ibadah haji di embarkasi Makassar berjalan lancar.
“Hari ini kloter 1 dari Kota Makassar telah kita terima dengan baik. Proses one stop service berjalan dengan baik. Prosesnya tidak cukup dua jam. Alhamdulillah semua jemaah terlayani dengan baik,” ungkapnya.
“Kita bersyukur karena dokumen-dokumen yang harus diterima oleh jemaah haji semuanya sudah kita serahkan, termasuk living cost, paspor, dan gelang identitas semuanya telah ada di tangan jemaah kita,” dia menambahkan.
3. Gubernur Sulsel lepas keberangkatan Kloter I

Sebanyak 393 jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Makassar dilepas secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman di aula Mina Asrama Haji Sudiang Makassar, Kamis malam. Kloter ini diisi oleh 386 jemaah haji asal Kota Makassar dan 7 petugas kloter. Jemaah diterbangkan dengan GIA 1101 ke Bandar Udara Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah pada Jum'at, 2 Mei 2025 pukul 03.00 WITA.
Dalam sambutannya, Gubernur berpesan kepada jemaah untuk meluruskan niat, memahami rukun haji dan bersungguh-sungguh dalam beribadah karena tidak semua orang mendapat kesempatan untuk melaksanakannya.
Selain itu, Gubernur mengimbau jemaah untuk menjaga kebugaran fisik agar dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dalam kondisi fit. "Ini ibadah yang ditentukan tempat dan waktunya. Salat dan puasa waktunya saja yang ditetapkan tapi bisa dilaksanakan di mana saja," katanya.
"Jaga selalu kekompakan. Jangan ada yang egois karena merasa kuat sehingga melakukan ibadah sendiri tanpa mempedulikan yang lain," Gubernur menambahkan.

















