Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Munafri Siap Bantu Demokrat Menang Pemilu, tapi Enggan Bicara Target
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan siap membantu Partai Demokrat memenangkan Pemilu 2029 setelah resmi menerima KTA Demokrat di Makassar.
  • Munafri enggan mengungkap target politik Demokrat dan menyebut perpindahannya dari Golkar sebagai proses biasa, tanpa konflik atau alasan khusus.
  • Setelah mundur dari Golkar pada 5 Oktober 2026, Munafri menekankan kolaborasi antarkader untuk memperkuat Demokrat di Sulawesi Selatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan kesiapannya membantu Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilihan umum (Pemilu) 2029. Dia menyebut memenangkan partai merupakan bagian dari kewajiban sebagai kader.

Hal itu disampaikan Munafri setelah resmi bergabung dengan Demokrat dan menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dari Ketua DPD Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) Ni’matullah Erbe di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026).

"Ya insyaallah, namanya kader. Bukan sebuah kewajiban kalau kader ini punya kewajiban," kata Munafri saat ditanya kesiapannya membantu Demokrat memenangkan Pemilu mendatang.

1. Munafri tak mau bicara target politik

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberi sepatah kata usai menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Meski menyatakan kesiapannya membantu partai, Munafri belum bersedia mengungkapkan target politik yang ingin dicapai Demokrat setelah dirinya bergabung. Saat ditanya mengenai target yang akan dikejar, dia memilih tidak memberikan angka ataupun sasaran tertentu.

"Saya tidak bicara target-target," katanya. 

2. Sebut perpindahan partai sebagai hal biasa

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dan jaket Partai Demokrat di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Munafri juga menanggapi keputusannya meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan Demokrat. Dia tidak mengungkapkan adanya konflik atau persoalan tertentu yang melatarbelakangi perpindahan tersebut.

Dia justru menganggap perpindahan partai sebagai hal yang biasa dalam perjalanan politiknya. Menurutnya, keputusan meninggalkan Golkar dan bergabung dengan Demokrat merupakan proses yang wajar.

"Enggak ada (alasan). Sama sekali kita menganggap bahwa proses perpindahan ini cuma perpindahan biasa saja," katanya.

Sebelumnya, Munafri menyatakan mundur dari Golkar pada 5 Oktober 2026. Tiga hari kemudian, dia resmi menjadi kader Demokrat setelah menerima KTA dari Ni’matullah dalam kegiatan pendidikan politik bagi pengurus DPD Demokrat Sulsel di Makassar.

3. Tekankan kolaborasi untuk besarkan Demokrat

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) dan jaket Partai Demokrat di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Munafri menekankan soal kerja sama antarkader untuk memperkuat Demokrat di Sulsel. Menurutnya, partai tidak bisa dibesarkan jika setiap kader berjalan sendiri-sendiri.

Dia berharap seluruh kader Demokrat dapat bekerja sama untuk memperkuat partai di Sulawesi Selatan. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjalankan berbagai agenda politik ke depan.

"Saya ini hanya sendirian datang dan tidak bisa melakukan banyak apa-apa kalau kita tidak bangun kolaborasi dan kerja sama sesama kader Partai Demokrat," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article