Munafri Gabung Demokrat: Mau Ikut Saya, Ayo!

- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi bergabung dengan Partai Demokrat setelah menerima KTA di Makassar, Kamis (8/10/2026).
- Munafri menegaskan kepindahannya dari Golkar adalah keputusan pribadi tanpa membawa gerbong kader atau memaksa siapa pun untuk ikut.
- Ia menyerahkan pilihan politik kepada masing-masing kader dan menyebut tujuan berpartai tetap untuk membangun daerah serta negara.
Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memastikan kepindahannya dari Partai Golkar ke Partai Demokrat tidak disertai gerbong kader. Dia menyebut keputusan untuk ikut atau tetap berada di partai sebelumnya merupakan pilihan masing-masing individu.
Munafri menyampaikan hal tersebut setelah resmi menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026). Dia sekaligus menegaskan tidak pernah memaksa kader Golkar untuk mengikuti langkah politiknya.
"Belum ada, saya baru bawa dari saya sendiri. Saya tidak tahu," kata Munafri saat ditanya apakah ada kader Golkar yang ikut bergabung dengannya ke Demokrat.
1. Munafri persilakan kader menentukan pilihan

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin usai menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat di Hotel Claro Makassar, Kamis (8/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin Munafri mengatakan perpindahan dirinya ke Demokrat merupakan keputusan pribadi. Karena itu, dia menyerahkan sepenuhnya kepada kader lain jika ingin mengikuti langkah politiknya atau memilih tetap berada di Golkar.
"Jadi begini kan, ini masalah pilihan. Ya terserah, mau ikut saya? Ayo. Mau tinggal? Silakan. Tidak ada paksaan apa-apa," katanya.
Munafri menilai keputusan bergabung dengan partai politik merupakan pilihan masing-masing individu. Menurutnya, keputusan tersebut tidak seharusnya didasari tekanan dari pihak tertentu.
2. Munafri tegaskan tak ada gerbong dari Golkar

Munafri Arifuddin saat menjabat Ketua DPD II Golkar Makassar. (Dok. Golkar Makassar) Munafri kembali menegaskan dirinya tidak membawa kelompok atau gerbong kader Golkar ketika bergabung dengan Demokrat. Dia menyebut dirinya datang sebagai individu untuk menjadi bagian dari partai tersebut.
"Tidak ada lah, menurut saya tidak ada. Silakan mau tinggal-tinggal, mau ikut-ikut, ayo," katanya.
Dia juga mengaku belum mengetahui apakah nantinya akan ada kader Golkar lain yang memilih mengikuti langkahnya.
3. Munafri sebut tujuan berpartai untuk bangun daerah

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (IDN Times/Istimewa) Munafri menilai perbedaan pilihan partai seharusnya tidak menghilangkan tujuan yang lebih besar dalam berpolitik. Menurutnya, setiap kader memiliki tujuan yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan.
"Karena begini, orang berpartai kan tujuannya sama-sama untuk ingin membangun daerah, membangun negara. Caranya melalui partai," katanya.





















