Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Munafri Lepas 1.166 Anggota Jemaah Haji Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melepas jemaah haji Kota Makassar untuk pemberangkatan tahun 2025, pada penutupan manasik haji tingkat Kota Makassar, Kamis (24/4/2025). (Dok. Humas Kemenag Sulsel)

Makassar, IDN Times - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melepas 1.166 anggota jemaah haji untuk pemberangkatan 1446 Hijriah Tahun 2025. Pelepasan dirangkaikan dengan penutupan manasik haji tngkat Kota Makassar di Baruga Siamaseang Kampung Universitas Islam Makassar (UIM), Kamis (24/4/2025).

Pelepasan jemaah haji ditandai dengan pemasangan rompi kepada dua perwakilan jemaah serta penyerahan bendera merah putih dari Wali Kota kepada Ketua Kloter 1 Embarkasi Makassar.

Penutupan manasik haji turut dihadiri Sekretaris Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulsel dan jajaran, Kepala Kantor Kemenag Makassar dan jajaran, sejumlah tokoh agama, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

Walikota Makassar Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi dalam sambutannya berpesan agar jemaah tidak memaknai ibadah haji sebagai perjalanan wisata. "Ini adalah perjalanan spiritual untuk mendekatkan kita kepada sang pencipta Allah SWT," kata Munafri dalam keterangan yang dikutip, Kamis.

1. Jemaah haji Makassar terbagi dalam 16 kloter

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melepas jemaah haji Kota Makassar untuk pemberangkatan tahun 2025, pada penutupan manasik haji tingkat Kota Makassar, Kamis (24/4/2025). (Dok. Humas Kemenag Sulsel)

Jemaah Haji Kota Makassar merupakan bagian dari Embarkasi Makassar, yang menaungi pemberangkatan jemaah haji asal delapan provinsi di Indonesia bagian Timur. Jemaah haji Makassar akan diberangkatkan dalam 16 kloter. Kloter pertama Embarkasi Makassar yang seluruhnya diisi oleh jemaah haji Kota Makassar akan diberangkatkan tanggal 2 Mei 2025.

Jemaah haji Kota Makassar yang akan diberantkan musim haji 1446 H / 2025 M beranggotakan 1.106 orang. Terdiri dari kuota murni 1.076 dan lansia 30 orang, serta mutasi masuk 71 orang. Sementara jumlah calon jemaah haji Kota Makassar yang masuk dalam daftar tunggu per tanggal 22 april 2025 sebanyak 44.197 orang, dengan rata-rata waktu antrean 42 tahun.

Wali Kota Munafri mengatakan, setiap proses ibadah memiliki makna. Jemaah haji diharapkan memetik pelajaran dan hikmah dari seluruh proses manasik sebelum pemberangkatan.

"Kadang ada yang merasa sudah paham karena pernah berhaji, padahal persoalan haji selalu saja berubah dan berbeda dari tahun ke tahun. Ini menuntut kesabaran kita. Itulah inti dari perjalanan spiritual sesungguhnya, sabar," imbuhnya.

Appi kemudian meminta jemaah mendoakan Pemerintah dan Warga Makassar di tanah suci, serta berharap seluruh jemaah dapat meraih predikat haji mabrur. "Pencapaian haji sebenar-sebenarnya adalah pada saat kita pulang ke tanah air. Apakah bisa kita implementasikan ibadah dan amalan-amalan kuta di tanah suci," ucap Munafri.

2. Jemaah diminta mandiri menjalankan ibadah haji

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melepas jemaah haji Kota Makassar untuk pemberangkatan tahun 2025, pada penutupan manasik haji tingkat Kota Makassar, Kamis (24/4/2025). (Dok. Humas Kemenag Sulsel)

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Ali Yafid mengimbau jemaah agar sebisa mungkin mandiri dalam menjalankan ibadah haji. "Sepuluh kali manasik telah diikuti. Setelah ini diharapkan bisa mandiri karena jemaah sudah paham tata cara ibadah haji. Pengetahuan dan informasi tentang ibadah haji sudah ada di kepalan bapak ibu," ucapnya.

Ali menyampaikan, dua hal dalam pelaksanaan ibadah haji yang mesti diraih. Yaitu maqbul dan mabrurnya haji para jemaah.

"Jika rukun haji sudah dilaksanakan maka hajinya maqbul dan diterima hajinya, tapi belum tentu mabrur. Mabrur itu ukurannya dalam keseharian jemaah setelah kembali ke tanah air," kata dia.

3. Urusan lain jemaah di luar ibadah jadi tanggungan pemerintah

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melepas jemaah haji Kota Makassar untuk pemberangkatan tahun 2025, pada penutupan manasik haji tingkat Kota Makassar, Kamis (24/4/2025). (Dok. Humas Kemenag Sulsel)

Sekretaris Direktorat (Setditjen PHU) Kemenag RI, M. Arfi Hatim mengatakan tugas pemerintah dalam penyelenggaraan haji adalah melakukan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terhadap jemaah haji.  "Pembinaan meliputi pemberian bimbingan ibadah, kesehatan, dan sosial sebelum, selama, dan sesudah pelaksanaan ibadah haji," sebutnya.

Sesditjen pun meminta jemaah untuk fokus beribadah dan tidak lagi memikirkan tentang akomodasi, transportasi dan konsumsi sebelum ke tanah suci. "Fokus saja beribadah. Akomodasi, transportasi dan konsumsi sudah siapa semuanya. Bapak ibu tinggal menerapkan saja informasi dan pengetahuan yang didapatkan selama manasik," katanya.

Manasik haji ini, lanjut Sesditjen bukan sekadar formalitas, tetapi bekal penting bagi jamaah. "Kami berharap, ilmu yang telah diperoleh dapat diamalkan dengan baik selama di Tanah Suci,” dia melanjutkan.

Editorial Team

Related Article