Makassar, IDN Times - Di perbatasan Makassar dan Kabupaten Gowa, sebuah masjid menonjol dengan arsitektur yang memadukan budaya Bugis, Tionghoa, dan Timur Tengah. Masjid Muhammad Cheng Hoo, itulah namanya. Bangunan ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan menjadi simbol akulturasi budaya.
Muhammad Yunus, Imam Rawatib sekaligus Ketua Bidang Dakwah Masjid Muhammad Cheng Hoo, menjelaskan bahwa masjid ini lahir dari inisiatif komunitas mualaf Tionghoa. Sebelumnya, mereka mengadakan pengajian dari rumah ke rumah.
"Masjid ini dibangun itu sebagai simbol persaudaraan antara umat muslim Tionghoa dan umat muslim khususnya yang ada di daerah Makassar," kata Yunus saat ditemui di masjid tersebut, Senin (23/2/2026).
Masjid ini tak ubahnya merupakan sarana bagi komunitas mualaf Tionghoa. Masjid ini juga menjadi tempat bagi mereka untuk lebih memperdalam agama yang telah mereka pilih.
"Jadi sebagai tempat untuk wadah belajar bersama warga mualaf Tionghoa yang ada di Makassar dan Gowa," kata Yunus.
