MARS meluncurkan Mars Impact Fund untuk mendukung pengembangan Kelompok Simpan Pinjam Desa dan proyek ketahanan komunitas di daerah penghasil kakao di Indonesia. (Dok. IDN Times)
Melalui pendanaan ini, Mars Impact Fund akan mendukung sejumlah fokus utama. Dari sisi pemberdayaan ekonomi, sebanyak 85 VSLA akan dikembangkan untuk mendorong tabungan dan investasi dalam kegiatan produktif. Program ini ditargetkan memberi manfaat bagi 17.250 petani, dengan 60 persen di antaranya merupakan perempuan.
Dalam aspek ketahanan sosial, perempuan dan pemuda akan didorong untuk terlibat aktif dalam pengambilan keputusan melalui forum lintas pemangku kepentingan serta penyusunan Rencana Aksi Komunitas.
Untuk kesejahteraan anak, program ini juga akan membentuk kelompok perlindungan anak terintegrasi di 115 desa yang menangani isu pekerja anak, tingkat kehadiran sekolah, dan pengasuhan positif.
Sementara dalam aspek adaptasi iklim, komunitas akan dibekali rencana kesiapsiagaan bencana dan praktik pertanian ramah iklim guna menghadapi tantangan perubahan cuaca yang semakin ekstrem.
CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menilai kolaborasi jangka panjang dengan Mars telah memberikan dampak nyata di tingkat komunitas.
“Kolaborasi jangka panjang antara Save the Children dan Mars mencerminkan dedikasi bersama kami untuk meningkatkan kesejahteraan anak, memperluas peluang bagi perempuan dan anak perempuan, serta memperkuat rantai pasok yang tangguh. Selama lebih dari satu dekade, kami telah menerjemahkan komitmen global menjadi aksi nyata di tingkat komunitas,” ujarnya.
“Di Indonesia, kami telah menghadirkan solusi yang dipimpin secara lokal untuk memberdayakan perempuan, melibatkan pemuda, dan memperkuat sistem perlindungan anak di komunitas petani kakao—membantu mereka mengatasi tantangan sosial ekonomi. Bersama Mars, kami menciptakan jalur menuju ketahanan ekonomi, partisipasi bermakna dalam pembangunan komunitas, dan hasil yang lebih baik untuk anak.”