Mars Cocoa Research Station (MCRS), fasilitas penelitian kakao milik Mars yang terletak di Desa Attangsalo, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. (IDN Times/Aan Pranata)
Secara global, Mars telah bermitra dengan Save the Children selama lebih dari 14 tahun untuk memajukan kesejahteraan anak, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan rantai pasok tangguh. Sejak 2011, Mars dan Mars Snacking Foundation telah menginvestasikan sekitar 24 juta dolar AS dalam empat pilar strategis, yakni kesehatan mulut dan kesejahteraan anak, perlindungan dari pekerjaan berbahaya, tanggap darurat, dan keterlibatan karyawan.
Di Indonesia, kemitraan ini telah menjangkau lebih dari 50 ribu peserta di 92 desa di Sulawesi Selatan melalui tiga program utama yang berfokus pada penguatan ketahanan komunitas dan peluang ekonomi.
Melalui program GrowHer Kakao, sebanyak 70 persen pasangan peserta dilaporkan menerapkan praktik rumah tangga kolaboratif. Sebanyak 40 desa juga memasukkan prioritas perempuan dalam perencanaan dan anggaran lokal dengan nilai antara Rp800 juta hingga Rp997 juta pada periode 2023–2024. Selain itu, 158 rumah tangga melaporkan peningkatan pendapatan dari usaha alternatif yang dipimpin perempuan.
Program Reaching Farmers in Cocoa Supply Chain mendorong pembentukan 40 kelompok perlindungan anak yang kemudian direplikasi di 71 desa lainnya. Komitmen institusional juga diperkuat melalui peraturan dan surat edaran tentang pencegahan tenaga kerja anak serta alokasi dana desa lebih dari Rp339 juta untuk perlindungan anak.
Mars Impact Fund dirancang untuk melengkapi upaya keberlanjutan perusahaan serta kegiatan yayasan yang telah berjalan. Dana ini akan berfokus pada tiga prioritas utama, yakni meningkatkan ketahanan komunitas sumber daya, mengembangkan jalur karier ilmuwan di bidang pangan, pertanian, dan perawatan hewan, serta meningkatkan kesejahteraan hewan pendamping melalui akses perawatan veteriner.
Secara total, Mars Impact Fund akan menggelontorkan dana sebesar 85 juta dolar AS pada periode 2025–2027. Mulai 2028 dan seterusnya, perusahaan memperkirakan akan mendistribusikan sedikitnya 50 juta dolar AS per tahun sebagai tambahan modal filantropi.
Sebagai perusahaan milik keluarga, Mars menegaskan komitmennya untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan untuk kebaikan. Peluncuran Mars Impact Fund menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat ketahanan komunitas dan menciptakan dampak sosial berkelanjutan di berbagai negara, termasuk Indonesia.