Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapolrestabes Makassar Janji Tindak Polisi Diduga Tembak Remaja Kandea
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana saat jumpa pers terkait remaja Kandea tewas ditembak saat polisi datang bubarkan tawuran, Minggu (27/9/2026. IDN Times/Darsil Yahya
  • Kapolrestabes Makassar menyatakan anggota Polri yang terbukti melakukan tindak pidana dalam penanganan pertikaian akan ditindak tegas.

  • Lima personel Unit Polsek Tallo diperiksa untuk mendalami tindakan saat pembubaran pertikaian, termasuk penggunaan senjata dan kesesuaiannya dengan SOP.

  • Rafli Ramadhani meninggal setelah mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit; polisi masih mengusut penyebab luka serta keterkaitannya dengan tindakan personel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang perlu diprioritaskan dalam pemeriksaan kasus ini?
Vote Now
Minggu (27/9/2026) dini hari

Pertikaian antara kelompok warga Kandea dan Bunga Eja terjadi. Polisi dikerahkan untuk membubarkan pertikaian. Rafli mengalami luka dan dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut, tetapi meninggal.

Minggu (27/9/2026)

Kapolrestabes Makassar menyampaikan bahwa anggota Polri yang terbukti melakukan tindak pidana akan ditindak tegas. Lima personel Unit Polsek Tallo menjalani pemeriksaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang perlu diprioritaskan dalam pemeriksaan kasus ini?
Vote Now
  • What?
    Rafli Ramadhani meninggal setelah mengalami luka saat polisi membubarkan pertikaian antarkelompok di Jalan Kandea.
  • Who?
    Rafli Ramadhani alias Pingky, kelompok warga Kandea dan Bunga Eja, serta personel kepolisian yang membubarkan pertikaian.
  • Where?
    Pertikaian terjadi di Jalan Kandea, Makassar. Rafli kemudian dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut.
  • When?
    Pertikaian terjadi pada Minggu (27/9/2026) dini hari.
  • Why?
    Polisi dikerahkan setelah warga melaporkan pertikaian antara kelompok Kandea dan Bunga Eja.
  • How?
    Polisi membubarkan pertikaian. Rafli mengalami luka dan meninggal setelah dibawa ke rumah sakit. Penyidik memeriksa penggunaan senjata dan proyektil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang perlu diprioritaskan dalam pemeriksaan kasus ini?
Vote Now

Polisi datang untuk menghentikan pertikaian warga Kandea dan Bunga Eja di Makassar. Rafli, remaja berusia 19 tahun, terluka dan dibawa ke rumah sakit, tetapi meninggal. Sekarang lima polisi sedang diperiksa. Polisi juga mencari tahu senjata dan proyektil yang dipakai serta apakah tindakannya sesuai aturan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang perlu diprioritaskan dalam pemeriksaan kasus ini?
Vote Now

Penanganan kasus ini menunjukkan adanya pemeriksaan terhadap personel kepolisian dan komitmen untuk menegakkan hukum tanpa perlakuan berbeda. Proses tersebut juga disebut dilakukan secara transparan dengan perkembangan yang akan disampaikan kepada keluarga korban dan publik. Pemeriksaan Propam, Itwasda, penyidik, serta Labfor menjadi bagian dari pendalaman kejadian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa yang perlu diprioritaskan dalam pemeriksaan kasus ini?
Vote Now

Makassar, IDN Times - Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, berjanji bakal menindak tegas anggota Polri yang terbukti melakukan tindak pidana dalam penanganan tawuran antarkelompok di Jalan Kandea, Makassar.

Pernyataan itu disampaikan menyusul meninggalnya Rafli Ramadhani alias Pingky (19), yang diduga terkena tembakan saat polisi membubarkan pertikaian antara kelompok warga Kandea dan Bunga Eja pada Minggu (27/9/2026) dini hari.

1. Polisi yang melakukan tindak pidana bakal ditindak tegas

Luka pada punggung kiri korban diduga bekas tembakan peluru tajam/Dok. Istimewa

Arya menegaskan tidak ada perlakuan berbeda dalam proses penegakan hukum, baik terhadap masyarakat maupun anggota Polri.

"Baik anggota polri atau masyarakat. Kalaupun ada tindakan pidana, tentu kita akan tindak secara tegas," kata Arya saat jumpa pers di Biddokes Polda Sulsel, Minggu (27/9/2026).

Saat ini, lima personel Unit Polsek Tallo telah menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan oleh Propam dan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Sulsel untuk mendalami rangkaian tindakan anggota saat membubarkan pertikaian, termasuk penggunaan senjata api.

Arya mengatakan proses penanganan kasus tersebut akan dilakukan secara transparan. Perkembangannya akan disampaikan kepada keluarga korban dan publik.

"Ini akan kami sampaikan secara transparan kepada keluarga, juga kepada rekan-rekan untuk menjamin kepastian hukum atas kejadian ini," tuturnya.

2. Polisi dalami penggunaan senjata

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto didampingi Kapolrestabea Makassar, Kombes Pol Arya Perdana dan Kakak Korban Rafly, Hasrullah (40) saat jumpa pers di Biddokes Polda Sulsel, Minggu (27/9/2026). IDN Times/Darsil Yahya

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan seluruh personel yang bertugas saat pembubaran pertikaian masih menjalani pemeriksaan.

Penyidik masih mendalami sejumlah hal, termasuk personel yang melepaskan tembakan peringatan, senjata yang digunakan hingga jenis proyektil yang ditemukan di lokasi.

"Nanti berapa orang yang memberikan peringatan, senjatanya siapa, proyektil jenis apa, nanti hasil dari penyidikan termasuk juga hasil Labfor kita tunggu bersama," kata Didik.

Menurut Didik, hasil pemeriksaan nantinya akan menentukan apakah penggunaan senjata oleh personel saat membubarkan pertikaian telah sesuai dengan SOP.

"Nah, itu sekarang masih dilakukan pemeriksaan. Di situlah nanti akan diketahui sesuai SOP apa tidaknya. Kemudian senjata apa yang digunakan, nanti hasil dari Labfor," tuturnya.

3. Rafli meninggal usai dibawa ke rumah sakit

Kabiddokkes Polda Sulsel, Muhammad Haris saat menyampaikan temuan pemeriksaan jenazah remaja Kandea Makassar yang tewas ditembak. IDN Times/Darsil Yahya

Pertikaian antara kelompok warga Kandea dan Bunga Eja terjadi pada Minggu dini hari. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Personel kepolisian dikerahkan ke lokasi untuk membubarkan dan mengantisipasi bentrokan kembali terjadi.

Dalam proses pengamanan tersebut, Rafli mengalami luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut. Namun, nyawanya tidak tertolong. Rafli kemudian dinyatakan meninggal dunia.

Polisi masih mengusut rangkaian kejadian tersebut, termasuk memastikan penyebab luka yang dialami korban serta keterkaitannya dengan tindakan personel di lokasi.

Sampaikan pandanganmu

Apa yang perlu diprioritaskan dalam pemeriksaan kasus ini?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article