Makassar, IDN Times - Pemerintah Kota Makassar masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah, khususnya pada kapasitas pengangkutan yang belum maksimal. Dari total produksi sampah harian sekitar 800 ton, baru sekitar 67 persen yang mampu terangkut, sementara sisanya berpotensi tidak tertangani.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan mendasar dalam sistem persampahan di kota ini. Menurutnya, keterbatasan kapasitas angkut berdampak pada masih adanya sampah yang tercecer di berbagai titik.
"Artinya, masih terdapat sekitar 30 persen sampah yang berpotensi tercecer dan tidak Tertangani," kata Munafri dikutip dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/4/2026).
