Kantor Dinas Pendidikan Makassar Terbakar, Polisi Periksa Lima Saksi

- Kantor Disdik Makassar terbakar di Jalan Anggrek, Polisi dalami penyebabnya dengan memeriksa lima saksi termasuk petugas keamanan dan staf.
- Polisi belum bisa menyimpulkan apakah kebakaran disebabkan oleh aksi pembakaran, fokus pada pengumpulan informasi dari saksi di TKP.
- Pihak kepolisian masih menyelidiki kemungkinan kesengajaan dalam kebakaran ini, sementara rencana pemanggilan Kepala Dinas Pendidikan ditunda untuk fokus pemeriksaan saksi di TKP.
Makassar, IDN Times – Kebakaran melanda Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar yang berlokasi di Jalan Anggrek, Kecamatan Panakkukang, pada Sabtu (11/1/2025) dini hari.
Polisi saat ini tengah mendalami penyebab insiden tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Devi Sujana, mengatakan pihaknya sudah memeriksa lima saksi, termasuk petugas keamanan dan staf yang terakhir berada di lokasi.
"Kita sudah lakukan pemeriksaan terhadap lima saksi, termasuk sekuriti dan staf yang berada di sana tadi malam," ungkap AKBP Devi, Minggu (12/1/2025).
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kebakaran ini disebabkan oleh aksi pembakaran, Devi menyebut pihaknya belum bisa menyimpulkan.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Saat ini fokus pada pengumpulan informasi dari saksi di tempat kejadian perkara (TKP) dan koordinasi dengan tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor)," lanjutnya.
Devi menegaskan, kemungkinan unsur kesengajaan dalam kebakaran ini masih terus diselidiki. "Untuk dugaan sengaja dibakar, kita masih lakukan penyelidikan," katanya.
Pemanggilan Kepala Dinas

Mengenai rencana pemanggilan Kepala Dinas Pendidikan, AKBP Devi menambahkan bahwa fokus saat ini adalah pemeriksaan saksi di tempat kejadian perkara (TKP).
"Ini sementara kita lakukan pemeriksaan saksi yang ada di TKP dulu. Kemudian kami maksimalkan koordinasi dengan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor)," jelasnya
Sementara mengenai barang bukti, Devi menyatakan pihaknya belum menyita apa pun karena area TKP masih ditutup garis polisi. Proses pemadaman oleh pemadam kebakaran juga menjadi prioritas sebelumnya.
"Kami tutup lokasi dengan garis polisi untuk menjaga TKP tetap steril," pungkasnya.


















