Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Sulsel Sebut Antrean Solar karena Masalah Distribusi
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memberikan keterangan terkait antrean BBM jenis solar di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (14/10/2026). IDN Times/Asrhawi Muin
  • Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menilai antrean Solar di sejumlah SPBU lebih terkait persoalan manajerial dan distribusi, bukan langsung akibat kekurangan kuota.
  • Pemprov Sulsel menyatakan kuota BBM masih mencukupi, sementara pemerintah pusat menjanjikan tambahan kuota serta kemungkinan pengalihan pasokan antarwilayah bila diperlukan.
  • Kementerian ESDM menegaskan stok habis di satu SPBU tidak berarti kelangkaan di seluruh Sulsel; pasokan akan segera didorong ke lokasi yang kosong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, menilai antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar di sejumlah SPBU berkaitan dengan persoalan manajerial. Menurutnya, kondisi tersebut perlu ditangani melalui evaluasi distribusi BBM.

Hal tersebut disampaikan Sudirman setelah menerima kunjungan jajaran Kementerian ESDM, BPH Migas, dan Pertamina Patra Niaga di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Rabu (14/10/2026). Pertemuan tersebut membahas koordinasi penanganan distribusi BBM, khususnya solar dan pertalite.

Sudirman mengatakan persoalan antrean BBM perlu ditelusuri dari sisi distribusi terlebih dahulu sebelum dikaitkan dengan kekurangan kuota. Menurutnya, evaluasi kuota baru perlu dipertimbangkan jika seluruh SPBU di Sulsel mengalami kondisi serupa secara bersamaan.

"Mungkin masalah distribusinya dulu sebelum masuk ke kuota, kan ada tahapan-tahapannya kan. Dan alhamdulillah sampai saat ini kita aman, ini hanya terkait manajerial terkait masalah pendistribusian," kata Sudirman. 

1. Pemprov Sulsel evaluasi distribusi BBM

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat mengecek kondisi antrean dan pelayanan pengisian BBM di salah satu SPBU di Kota Makassar, Kamis (10/9/2026). (Dok. Humas Pemprov Sulsel)

Sudirman mengatakan kuota BBM di Sulsel hingga saat ini masih mencukupi. Dia menjelaskan, persoalan ketersediaan BBM mencakup dua aspek, yakni stok dan kuota.

Menurut Sudirman, persoalan yang terjadi di SPBU tertentu perlu ditelusuri dari sisi distribusi terlebih dahulu. Dia menjelaskan kekosongan BBM di satu lokasi tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh SPBU di Sulsel mengalami kondisi serupa.

"Kalau masalah per SPBU mungkin ada titik satu, mungkin kalau masalah distribusi akan dicek kembali," katanya.

2. Kuota BBM Sulsel dijanjikan bertambah

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengecek kondisi antrean BBM di salah satu SPBU di Makassar, Kamis (10/9/2026). IDN Times/Asrhawi Muin

Sudirman mengatakan pemerintah pusat telah menjanjikan penambahan kuota BBM untuk Sulsel. Apabila suatu wilayah mengalami kekurangan, maka kuota juga berpeluang dialihkan dari wilayah lain untuk memenuhi kebutuhan.

"Secara nasional ada penambahan dan tadi ada komitmen dari tim ESDM bahwa nanti di Sulawesi Selatan dijaminkan ada kuota penambahan dan kemudian jika nanti ada kurang satu wilayah, akan digeser dari satu wilayah ke wilayah lain," jelasnya.

Meski demikian, Sudirman tidak merinci besaran tambahan kuota yang dijanjikan maupun waktu realisasinya. Pemerintah masih perlu memastikan mekanisme penambahan dan penyesuaian kuota tersebut.

3. ESDM sebut stok habis di satu SPBU bukan berarti langka

Suasana pengisian BBM di SPBU Pertamina Racing, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (17/2/2026). (IDN Times/Asrhawi Muin)

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae, menjelaskan ketersediaan BBM di setiap SPBU dapat berbeda karena jumlah kendaraan dan kebutuhan pengisian tidak selalu merata. Kondisi tersebut memungkinkan stok di satu lokasi habis lebih cepat dibandingkan SPBU lainnya.

"Jadi ini kan dinamis, spot-spot orang yang isi BBM kadang-kadang tidak merata, tapi yang perlu disampaikan bahwa pemerintah pusat hadir di sini bersama-sama pemerintah daerah dan Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stoknya cukup," kata Rilke.

Dia menegaskan stok yang habis di suatu SPBU akan ditindaklanjuti dengan mendorong pasokan ke lokasi tersebut. Karena itu, kekosongan di satu titik tidak seharusnya langsung dianggap sebagai kelangkaan BBM di seluruh Sulsel.

"Bukan berarti stok habis itu tidak ada stok, ada, dan nanti segera kalau ini memang habis pasti akan didorong ke sana," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article