Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Granat Aktif Ditemukan di Tong Sampah BPN Makassar

Granat Aktif Ditemukan di Tong Sampah BPN Makassar
Penemuan granat aktif di tempat sampah area belakang Kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026). (Dok. Gegana Brimob Polda Sulsel)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Sebuah granat aktif jenis nanas ditemukan di tong sampah belakang Kantor BPN Makassar oleh petugas kebersihan pada Rabu pagi, memicu kepanikan di lokasi.
  • Tim Gegana Brimob Polda Sulsel segera mengevakuasi granat setelah memastikan kondisinya masih aktif dan berpotensi meledak jika tersentuh atau terbentur.
  • Granat kemudian dimusnahkan secara aman di kawasan Tanjung Bunga, sementara penyelidikan asal-usulnya diserahkan kepada Polsek Rappocini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Makassar, IDN Times - Pegawai Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar dan warga sekitar dibuat geger setelah sebuah granat jenis nanas ditemukan dalam kondisi aktif, Rabu (1/4/2026). Granat ditemukan di dalam tong sampah di area belakang kantor BPN di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Temuan tersebut sempat memicu kegaduhan karena granat diketahui masih aktif dan berpotensi membahayakan jika tersentuh atau mengalami benturan.

1. Ditemukan di tong sampah

Penemuan granat aktif di tempat sampah area belakang Kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026). (Dok. Gegana Brimob Polda Sulsel)Penemuan granat aktif di tempat sampah area belakang Kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026). (Dok. Gegana Brimob Polda Sulsel)
Penemuan granat aktif di tempat sampah area belakang Kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026). (Dok. Gegana Brimob Polda Sulsel)

Granat itu pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.48 Wita oleh seorang petugas kebersihan yang tengah mengangkut sampah di area belakang kantor. Saat itu, petugas sempat menjatuhkan isi tong sampah dan melihat benda mencurigakan berbentuk granat. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada petugas sekuriti yang berjaga di lokasi.

“Awalnya petugas kebersihan mengangkat sampah dari tong, lalu isinya tumpah. Saat dilihat, ternyata granat bentuk nanas. Setelah itu saya amankan dan langsung melapor ke grup internal, kemudian BPN menghubungi Brimob,” ujar sekuriti BPN Makassar, Ahmad Awaluddin kepada awak media.

2. Granat masih aktif dan berbahaya

Penemuan granat aktif di tempat sampah area belakang Kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026). (Dok. Gegana Brimob Polda Sulsel)
Penemuan granat aktif di tempat sampah area belakang Kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026). (Dok. Gegana Brimob Polda Sulsel)

Tim Gegana Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Komandan Detasemen (Danden) Gegana, Kompol Mansur, mengatakan pihaknya segera menerjunkan tim penjinak bom (Jibom) untuk mengevakuasi granat tersebut.

“Setelah ada laporan, kami siapkan personel Jibom untuk evakuasi. Karena sesuai petunjuk Korps Brimob, jika ditemukan granat aktif harus langsung dilakukan disposal,” ungkap Mansur.

Disposal merupakan proses pemusnahan atau penjinakan bahan berbahaya seperti bom atau granat dengan prosedur yang aman.

3. Dimusnahkan di Tanjung Bunga

Penemuan granat aktif di tempat sampah area belakang Kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026). (Dok. Gegana Brimob Polda Sulsel)
Penemuan granat aktif di tempat sampah area belakang Kantor BPN Makassar, Rabu (1/4/2026). (Dok. Gegana Brimob Polda Sulsel)

Granat tersebut kemudian dibawa oleh tim Gegana sekitar pukul 11.47 Wita ke wilayah Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate untuk dimusnahkan di lokasi yang telah dipastikan aman. “Disposal kami lakukan di Tanjung Bunga, di tempat yang sudah dipastikan aman dan jauh dari jangkauan masyarakat,” jelasnya.

Sebelum proses pemusnahan dilakukan, tim terlebih dahulu mensterilkan lokasi dan memastikan tidak ada aktivitas warga di sekitar area disposal. Dari hasil pemeriksaan awal, granat yang ditemukan berjumlah satu buah dan dipastikan masih aktif serta sangat berbahaya.

“Kalau kita lihat, ini granat pabrikan dan masih aktif. Sangat membahayakan jika tersentuh atau mengalami benturan keras,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan asal-usul granat tersebut. Penyelidikan lebih lanjut diserahkan kepada pihak kepolisian setempat.

“Kami hanya melakukan pengamanan dan disposal sesuai SOP. Untuk penyelidikan lebih lanjut diserahkan ke wilayah, dalam hal ini Polsek Rappocini,” tambahnya.

Ia juga menyebut, granat tersebut diduga merupakan produk pabrikan yang kemungkinan berkaitan dengan militer.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News Sulawesi Selatan

See More