Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BYD Perluas Pasar di Sulawesi, Penjualan Nasional Tembus 46.700 Unit
BYD hadirkan beragam pilihan mobil keluarga pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026. (IDN Times/Darsil Yahya)
  • BYD memperkenalkan M6 EV berjarak tempuh klaim hingga 450 kilometer dan M6 DM di GIIAS Makassar, menyasar pasar MPV yang menyumbang lebih dari 30 persen kendaraan penumpang Indonesia.
  • BYD mengklaim menjual 46.700 kendaraan pada Januari–September 2026 dan menguasai lebih dari 37 persen pasar EV nasional; pangsa EV keseluruhan disebut telah melampaui 26 persen.
  • Di Sulawesi, BYD mengoperasikan tujuh lokasi serta berencana menambah hingga 12 jaringan layanan; lebih dari 1.100 keluarga di kawasan ini telah menggunakan kendaraan BYD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - BYD memperluas jangkauan pasar kendaraan listrik di Sulawesi dengan memperkuat jaringan layanan dan menawarkan pilihan mobil keluarga. Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional, yang menurut perusahaan turut mendorong penjualan BYD hingga 46.700 unit sepanjang Januari–September 2026.

Dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026, BYD memperkenalkan kembali pilihan kendaraan keluarga melalui BYD M6 EV yang diklaim memiliki jarak tempuh hingga 450 kilometer. Perusahaan juga menyiapkan perluasan jaringan layanan di Sulawesi untuk mendukung kebutuhan konsumen di kawasan tersebut.

Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Pramita Sari, menyampaikan perkembangan bisnis perusahaan dalam rangkaian GIIAS Makassar 2026 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Rabu (28/10/2026).

1. BYD perluas pilihan mobil keluarga di Makassar

Head of Marketing PT BYD Motor Indonesia, Pramita Sari. (IDN Times/Darsil Yahya)

BYD menyasar segmen mobil keluarga melalui lini M6. Perusahaan menilai segmen multi-purpose vehicle (MPV) memiliki potensi besar karena menyumbang lebih dari 30 persen pasar kendaraan penumpang di Indonesia.

“Di Indonesia, lebih dari 30 persen pasar kendaraan penumpang berasal dari segmen MPV. Karena itu, sejak awal BYD M6 dirancang sebagai salah satu produk yang penting untuk Indonesia,” ujar Pramita.

BYD M6 EV menggunakan tenaga listrik sepenuhnya dengan jarak tempuh hingga 450 kilometer berdasarkan klaim perusahaan. Selain itu, BYD menawarkan M6 DM dengan teknologi dual mode sebagai alternatif bagi konsumen yang membutuhkan pilihan sistem penggerak berbeda.

Pramita mengatakan, BYD M6 mulai dipasarkan di Indonesia pada 2024. Sejak saat itu, perusahaan mengumpulkan masukan dari berbagai kelompok pengguna, termasuk keluarga, pelaku usaha, dan konsumen kendaraan armada, untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar domestik.

Sementara itu, BYD mengklaim M6 DM mencatatkan kinerja positif dan memimpin segmen kendaraan dual mode selama tiga bulan berturut-turut. Namun, perusahaan tidak merinci data penjualan yang menjadi dasar klaim tersebut dalam pemaparan di GIIAS Makassar.

2. Penjualan BYD tembus 46.700 unit hingga September 2026

BYD hadirkan beragam pilihan mobil keluarga pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2026. (IDN Times/Darsil Yahya)

Di tingkat nasional, BYD mengklaim telah menjual 46.700 unit kendaraan sepanjang Januari hingga September 2026. Perusahaan juga menyebut menguasai lebih dari 37 persen pangsa pasar kendaraan listrik di Indonesia.

Pramita mengatakan, pasar kendaraan listrik nasional terus berkembang dibandingkan periode sebelum BYD hadir di Indonesia. Menurut dia, pangsa pasar kendaraan listrik yang sebelumnya masih di bawah 1 persen kini telah melampaui 26 persen.

“Dan hari ini, berkat kepercayaan masyarakat, pangsa pasar EV telah melebihi 26 persen,” kata Pramita.

Angka tersebut menggambarkan perkembangan pasar kendaraan listrik secara keseluruhan, sedangkan klaim pangsa pasar BYD yang mencapai lebih dari 37 persen merujuk pada posisi perusahaan di pasar kendaraan listrik nasional.

Pramita menilai peluang elektrifikasi kendaraan di Indonesia masih terbuka lebar. Ia menyebut sekitar 65 persen pasar kendaraan masih bergantung pada mobil berbahan bakar bensin.

“Perjalanan ini baru saja kami mulai. Sebanyak 65 persen pasar masih bergantung pada kendaraan dengan bahan bakar bensin. Di sinilah peluang transformasi yang sangat besar,” ujarnya.

3. Perluas jaringan layanan di Sulawesi

GIIAS Makassar tahun 2026 kembali menyediakan area test drive bagi pengunjung yang ingin mencoba langsung performa mobil di lintasan. (Dok. Istimewa)

Untuk mendukung pertumbuhan pasar, BYD turut memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual. Pramita menyebut perusahaan kini memiliki lebih dari 110 titik jaringan di Indonesia.

Khusus di Sulawesi, BYD mengoperasikan tujuh lokasi dan berencana menambah jaringan hingga 12 lokasi lainnya di wilayah tersebut. Perluasan ini ditujukan untuk mendekatkan layanan kepada konsumen, mulai dari pembelian kendaraan hingga perawatan dan dukungan purnajual.

Menurut Pramita, lebih dari 1.100 keluarga di kawasan Sulawesi telah menggunakan kendaraan BYD. Perusahaan melihat capaian tersebut sebagai salah satu indikator penerimaan konsumen terhadap produknya di luar Pulau Jawa.

“Terima kasih sekali lagi kepada pelanggan BYD di Sulawesi atas kepercayaannya dan dukungannya untuk BYD,” katanya.

GIIAS Makassar 2026 menjadi salah satu sarana bagi BYD untuk memperkenalkan produk sekaligus menjangkau calon konsumen di Indonesia Timur. Pameran yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 1 November 2026 di SMMCC tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenalkan teknologi kendaraan listrik dan dual mode kepada masyarakat.

Pramita menilai elektrifikasi kendaraan akan menjadi bagian penting dari perkembangan industri otomotif global, seiring kebutuhan efisiensi energi dan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Elektrifikasi bukanlah lagi bagian yang menjadi pilihan, namun itu sudah menjadi masa depan bagi mobilitas kendaraan,” tuturnya.

Editorial Team

Related Article