Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anak SD di Makassar Ditikam Saat Pulang Sekolah
ANTARA/Diasty Surjanto

Makassar, IDN Times - Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) kelas VI di Makassar ditikam di depan sekolahnya, Selasa (11/12) sekitar pukul 12.00 WITA. Saat itu, korban yang berusia 12 tahun tengah menunggu angkutan untuk pulang ke rumahnya.

Kapolsek Makassar Kompol Usman mengatakan bahwa korban kini dirawat di Rumah Sakit Pelamonia.

Pelaku penikaman juga seorang anak yang masih berusia 13 tahun. Pelaku menikam korban pada bagian punggung.

“Mungkin korban mau lari, lalu ditikam dengan badik punggungnya,” tutur Usman, Selasa (11/12).

 

1. Berawal dari cekcok di depan sekolah

Ilustrasi (Pixabay)

Usman mengatakan, kronologi penikaman bermula saat pelaku hendak menjemput adiknya yang juga satu sekolah dengan korban.

Saat itu, pelaku bertemu korban di pinggir jalan. Mereka berbicara, lalu tak lama terjadi cekcok. Di situ pelaku langsung mencabut badiknya dari saku celananya.

“Motif sementara perselisihan. Kenapa pelaku bawa badik kemana-mana itu masih kita kembangkan,” ucap Usman.

Barang bukti badik yang sudah dicabut dokter dari punggung korban juga telah diamankan sebagai barang bukti.

 

2. Berselang empat jam pelaku diciduk polisi

Ilustrasi oleh Rappler Indonesia

Usman mengatakan setelah mendapat laporan adanya penikaman terhadap anak SD, polisi langsung mencari pelakunya. Alhasil pelaku ditangkap di Kelurahan Merdeka Utara pinggir kanal lorong Pannampu.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengatakan setelah menikam ia pulang ke rumahnya lalu ke rumah temannya di Karuwisi makan siang.

“Pas kembali ke rumahnya lagi lewat kanal, di situ polisi menangkapnya,” kata Usman.

 

3. Koordinasi dengan PPA Polrestabes Makassar karena pelaku anak di bawah umur

Pixabay/Free-Photos

Kapolsek Makassar mengungkapkan pihaknya berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar. Pasalnya pelaku merupakan anak di bawah umur. Kemudian menangani secara bersama-sama. Lebih lanjut dia mengataka  telah memeriksa tiga saksi termasuk kedua orang tua korban dan pelaku.

Editorial Team

Related Article