Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Alasan Warga Tolak PSEL karena Khawatir Keselamatan dan Ruang Hidup
Warga demo di DPRD Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (9/6/2026), untuk menyampaikan aspirasi penolakan lokasi PSEL/PLTSa. IDN Times/Asrhawi Muin
  • Warga GERAM PLTSa menolak pembangunan PSEL di Tamalanrea karena khawatir proyek dekat permukiman dapat mengancam keselamatan dan kenyamanan hidup mereka.
  • Penolakan warga bukan terhadap program energi, tetapi terhadap lokasi proyek yang dinilai tidak layak dan berpotensi merusak ruang hidup serta lingkungan sekitar.
  • GERAM menegaskan akan terus menyuarakan penolakan hingga pemerintah mempertimbangkan lokasi alternatif yang lebih aman dan sesuai bagi masyarakat Tamalanrea.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makassar, IDN Times - Warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak Lokasi Pembangunan (GERAM) PLTSa menegaskan penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Tamalanrea bukan semata-mata karena keberadaan proyek tersebut. Warga mengaku khawatir terhadap dampak yang dapat ditimbulkan karena lokasi pembangunan berada dekat dengan kawasan permukiman.

Koordinator GERAM PLTSa, H. Akbar Adhy, mengatakan masyarakat khawatir terhadap rencana pembangunan PSEL di Tamalanrea. Menurut dia, warga merasa ruang hidup dan keselamatan mereka terancam apabila proyek tetap dibangun di lokasi yang telah direncanakan.

"Kenapa masyarakat tetap ngotot untuk terus mengadakan perlawanan? Karena dia di jalur kebenaran, merasa teraniaya atau terancam atas keselamatannya," kata Akbar saat demo menyampaikan aspirasi di DPRD Sulawesi Selatan, Selasa (9/6/2026).

1. Warga nilai proyek tidak layak berada di tengah permukiman

Warga di Tamalanrea kembali menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan PSEL di kawasan permukiman, Minggu (10/5/2026). (Dok. WALHI Sulsel)

Menurut Akbar, salah satu alasan utama penolakan adalah lokasi proyek yang dinilai tidak layak karena berada sangat dekat dengan kawasan tempat tinggal warga. Masyarakat khawatir keberadaan fasilitas tersebut dapat berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari mereka.

Akbar menilai fasilitas pengolahan sampah berskala besar membutuhkan lokasi yang tepat. Menurut dia, pembangunan proyek tersebut semestinya tidak ditempatkan di tengah kawasan permukiman padat penduduk.

"Bahwa memang ini tidak layak sekali berada di pemukiman karena mulai dari jaraknya," katanya.

2. Penolakan disebut berkaitan dengan perlindungan ruang hidup

Warga di Tamalanrea kembali menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan PSEL di kawasan permukiman, Minggu (10/5/2026). (Dok. WALHI Sulsel)

Sebelumnya, Akbar juga mengatakan warga tidak sedang menolak program pengelolaan sampah ataupun pembangunan infrastruktur energi. Namun masyarakat meminta pemerintah mempertimbangkan lokasi lain yang dinilai lebih aman dan tidak berdampingan langsung dengan permukiman.

Menurut Akbar, penolakan yang muncul saat ini merupakan bentuk upaya warga mempertahankan ruang hidup mereka. Warga juga ingin menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap aman dan nyaman untuk dihuni.

"Kalau memang pemerintah pusat memaksakan untuk melakukan pembangunan di kampung kami, maka dia akan berbenturan dengan masyarakat," kata saat bertemu Pemerintah Kota Makassar di Balai Kota Makassar, Selasa (19/5/2026).

3. Warga tetap bersikukuh menolak

Warga di Tamalanrea kembali menyuarakan penolakan terhadap rencana pembangunan PSEL di kawasan permukiman, Minggu (10/5/2026). (Dok. WALHI Sulsel)

GERAM menegaskan penolakan akan terus disuarakan selama lokasi proyek tetap berada di Tamalanrea. Warga berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mempertimbangkan kembali lokasi pembangunan dan mencari alternatif yang dinilai lebih layak secara sosial maupun lingkungan.

Akbar menilai aspirasi masyarakat perlu menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait proyek tersebut. Menurut dia, warga merupakan pihak yang akan merasakan dampak langsung dari keberadaan PSEL di kawasan mereka.

"Bahwa dibawa sampai ke apapun, masyarakat tetap namanya akan menolak," katanya

Editorial Team

Related Article