Makassar, IDN Times - Warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak Lokasi Pembangunan (GERAM) PLTSa menegaskan penolakan terhadap rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kecamatan Tamalanrea bukan semata-mata karena keberadaan proyek tersebut. Warga mengaku khawatir terhadap dampak yang dapat ditimbulkan karena lokasi pembangunan berada dekat dengan kawasan permukiman.
Koordinator GERAM PLTSa, H. Akbar Adhy, mengatakan masyarakat khawatir terhadap rencana pembangunan PSEL di Tamalanrea. Menurut dia, warga merasa ruang hidup dan keselamatan mereka terancam apabila proyek tetap dibangun di lokasi yang telah direncanakan.
"Kenapa masyarakat tetap ngotot untuk terus mengadakan perlawanan? Karena dia di jalur kebenaran, merasa teraniaya atau terancam atas keselamatannya," kata Akbar saat demo menyampaikan aspirasi di DPRD Sulawesi Selatan, Selasa (9/6/2026).
