Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

6 Alasan Berusaha Membuktikan Diri Kepada Orang Lain Itu Melelahkan

ilustrasi kelelahan (pexels.com/Matheus Bertelli)
ilustrasi kelelahan (pexels.com/Matheus Bertelli)

Barangkali kamu pernah berusaha membuktikan diri kepada orang lain. Seperti membuktikan pencapaian, atau mungkin membuktikan bahwa kamu memiliki kehidupan glamour. Tapi sadarkah kamu jika membuktikan diri kepada orang lain itu ternyata melelahkan? Bahkan pikiran dan mental tidak akan seimbang.

Kondisi ini tidak terlepas dari suatu alasan. Berusaha membuktikan diri kepada orang lain, kita akan menekan diri secara berlebihan. Tidak jarang menjalani kehidupan serba manipulatif. Dengan mempertimbangkan alasan berikut, apakah kamu masih ingin tetap membuktikan diri kepada orang lain?

1. Kita terjebak kehidupan yang manipulatif

ilustrasi menghadapi sosok manipulatif (pexels.com/RDNE Stock Project)
ilustrasi menghadapi sosok manipulatif (pexels.com/RDNE Stock Project)

Banyak sebab mengapa seseorang ingin membuktikan diri kepada yang lain. Contohnya pengalaman suruh karena ia pernah diremehkan. Selain itu, keinginan membuktikan diri kepada orang lain juga turut dipengaruhi oleh perbandingan sosial.

Ternyata berusaha membuktikan diri kepada orang lain itu justru melelahkan. Kita akan terjebak kehidupan serba manipulatif. Hanya demi membuktikan diri kepada orang lain, kita rela menjalani hidup yang berbanding terbalik dengan fakta sesungguhnya.

2. Tidak ada rasa puas setelah berhasil membuktikan

ilustrasi merasa lelah (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi merasa lelah (pexels.com/Karolina Grabowska)

Pernahkah kamu berusaha membuktikan diri kepada orang lain dengan gigih? Pujian dan validasi dari mereka dijadikan sebagai tujuan utama. Tapi sampai kapan kita memilih terjebak dalam situasi demikian? Karena berusaha membuktikan diri kepada orang lain itu melelahkan.

Mengapa bisa dibilang demikian? Karena tidak ada rasa puas setelah kamu berhasil menunjukkan pembuktian tersebut. Sebaliknya, justru diliputi perasaan ragu dan penuh tanda tanya. Bahkan kamu khawatir jika upaya pembuktian tersebut tidak akan dianggap.

3. Merasa lelah dengan kehidupan yang penuh tuntutan

ilustrasi merasa lelah (pexels.com/Cottonbro studio
ilustrasi merasa lelah (pexels.com/Cottonbro studio

Kehidupan yang bebas memang menghadirkan kebahagiaan. Kita lebih fleksibel dalam setiap alur kehidupan yang dijalani. Tapi ini tidak akan terjadi saat kamu menjalani hidup dengan tujuan untuk memuaskan orang lain. Justru diri sendiri merasa tertekan dan terbebani.

Di sinilah alasan mengapa berusaha membuktikan diri kepada orang lain itu melelahkan. Semakin kamu bekerja keras untuk mereka, semakin kamu merasa kehidupan yang dijalani penuh tuntutan. Kamu merasa lelah karena terus-menerus berusaha memuaskan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri.

4. Belum tentu orang lain akan melihat bukti tersebut

ilustrasi suasana diskusi (pexels.com/Jopwell)
ilustrasi suasana diskusi (pexels.com/Jopwell)

Terlalu berusaha membuktikan diri kepada orang lain memang mengganggu fokus dan konsentrasi. Tidak jarang kita merasa kelam atas situasi tersebut. Tentu ada penjelasan di balik kondisi tersebut. Terutama dari respon orang lain terhadap usaha membuktikan diri yang kamu lakukan.

Perlu dicatat, belum tentu orang lain akan melihat bukti tersebut. Bisa jadi mereka hanya menilai kamu berdasarkan pandangan sekilas. Namun tidak benar-benar mengamati rangkaian proses dan kerja keras yang sudah kamu jalani. Akibatnya, usaha yang sudah kamu lakukan tidak akan diapresiasi.

5. Setiap orang memiliki standar berbeda

ilustrasi orang-orang saling berjejer (pexels.com/Alena shekhovtcova)
ilustrasi orang-orang saling berjejer (pexels.com/Alena shekhovtcova)

Pada faktanya lingkungan sosial memang penuh dengan keberagaman. Setiap orang memiliki standar dan sudut pandang berbeda. Baik mengenai pencapaian karier, maupun standar mengenai kehidupan yang dianggap ideal. Tentu kita tidak harus berusaha menuruti seluruh standar tersebut.

Penjelasan ini juga menjadi alasan kuat mengapa membuktikan diri kepada orang lain itu melelahkan. Kita dihadapkan dengan fakta bahwa setiap orang memiliki standar berbeda. Sejauh apapun berusaha membuktikan diri, jika tidak sesuai standar yang mereka tetapkan tetap dianggap tidak ideal.

6. Kita tidak bisa mengatur dan memaksakan penilaian orang lain

ilustrasi mengobrol (pexels.com/Matius Bertelli)
ilustrasi mengobrol (pexels.com/Matius Bertelli)

Lingkungan sekitar memang dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki berbagai macam karakter. Tidak jarang seluruh usaha yang kamu lakukan justru dipandang sebelah mata. Tapi sampai kapan kamu berusaha membuktikan diri kepada orang lain mengenai suatu pencapaian?

Sadari bahwa kamu tidak bisa mengatur dan memaksakan penilaian orang lain. Karena beberapa penilaian melibatkan sudut pandang subjektif. Berusaha membuktikan diri kepada orang lain justru membuat mental dan pikiran terkuras habis. Akibatnya, kamu tidak bisa berkonsentrasi untuk urusan yang lebih penting.

Sadari bahwa berusaha membuktikan diri kepada orang lain itu sangat melelahkan. Semakin kamu berusaha memuaskan mereka, semakin kamu terjebak dalam kehidupan manipulatif. Belum tentu orang-orang tersebut akan melihat bukti dan proses yang kamu lakukan dengan gigih. Kalaupun kamu mau bekerja keras, niatkan itu untuk diri sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us