Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

5 Tips Sajikan Makanan dengan Teknik Molecular Gastronomy, Karya Seni

ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/ELEVATE)
ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/ELEVATE)
Intinya sih...
  • Molecular gastronomy adalah teknik memasak yang menggabungkan ilmu fisika dan kimia untuk menciptakan pengalaman kuliner unik.
  • Sferifikasi dapat mengubah makanan tradisional menjadi bola cair dengan isian cairan di dalamnya, seperti sambal atau kuah sup.
  • Dehidrasi, foam, nitrogen cair, dan infus adalah teknik lain yang bisa mengubah tekstur dan rasa hidangan tradisional.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Molecular gastronomy adalah sebuah teknik memasak yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan seni untuk menciptakan pengalaman kuliner yang unik. Teknik ini memanfaatkan prinsip-prinsip ilmu fisika dan kimia untuk mengubah tekstur, rasa, dan penampilan makanan secara dramatis. Bagi kamu yang ingin mengubah makanan tradisional menjadi karya seni yang tak hanya memanjakan lidah tetapi juga mata, molecular gastronomy bisa jadi pilihan yang menarik.

Berikut adalah beberapa cara untuk menyajikan makanan dengan teknik molecular gastronomy yang bisa mengubah hidangan tradisional menjadi pengalaman kuliner yang menakjubkan!

1. Gunakan teknik sferifikasi untuk membuat bola rasa

ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/Change C.C)
ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/Change C.C)

Sferifikasi adalah teknik yang digunakan untuk menciptakan bola cair yang memiliki kulit tipis dan isian cairan di dalamnya. Kamu bisa memanfaatkan teknik ini untuk mengubah makanan tradisional Indonesia menjadi sesuatu yang lebih futuristik.

Contohnya, kamu bisa membuat sferifikasi sambal dengan menggunakan natrium alginat dan kalsium klorida untuk menciptakan bola sambal yang meledak di mulut saat digigit. Atau, coba sferifikasi kuah sup atau jus buah untuk memberikan pengalaman baru dalam menikmati makanan tradisional yang sudah biasa.

2. Ciptakan tekstur yang gak biasa dengan gelembung udara

ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/Max Griss)
ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/Max Griss)

Menggunakan gelembung udara atau "foam" adalah teknik lain dalam molecular gastronomy yang bisa memberikan sensasi unik pada makanan. Misalnya, kamu bisa membuat foam dari kaldu tradisional atau santan untuk menciptakan sensasi ringan dan halus yang mengejutkan saat dimakan.

Misalnya, pada hidangan soto ayam, kamu bisa membuat foam dari kaldu ayam yang kental, lalu menyajikannya di atas hidangan untuk memberikan sentuhan elegan. Selain menambah tekstur, foam ini juga memberikan rasa yang lebih intens saat menyentuh lidah.

3. Manfaatkan teknik dehidrasi untuk menciptakan keripik rasa

ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/Mel Audelo)
ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/Mel Audelo)

Dehidrasi adalah proses menghilangkan kelembaban dari bahan makanan untuk mengubah teksturnya menjadi lebih renyah atau kering. Kamu bisa menggunakan teknik ini untuk membuat keripik dari bahan-bahan tradisional seperti rendang, tempe, atau kerupuk.

Misalnya, kamu bisa mendekonstruksi rendang dengan mengeringkannya menjadi keripik rendang, sehingga rasanya tetap terjaga namun dalam bentuk yang lebih modern. Teknik dehidrasi ini memberikan tekstur baru pada hidangan tradisional dan memberi kesan yang lebih inovatif.

4. Sajikan dengan hidangan dalam bentuk beku atau es krim

ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/Polina Tankilevitch)
ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Molecular gastronomy juga memungkinkan kamu untuk mengubah hidangan tradisional menjadi bentuk yang gak biasa, seperti es krim atau beku. Teknik nitrogen cair sering digunakan untuk membuat es krim dengan tekstur yang lebih lembut dan halus, tanpa perlu menggunakan mesin es krim.

Sebagai contoh, kamu bisa membuat es krim dari klepon dengan menggunakan nitrogen cair untuk menciptakan sensasi dingin dan kenyal yang berbeda. Atau buat es krim durian yang lembut dengan sentuhan canggih, sehingga menghadirkan rasa tradisional dengan pengalaman yang modern.

5. Gunakan teknik infus untuk menciptakan rasa baru

ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/minchephoto photography)
ilustrasi penyajian makanan (pexels.com/minchephoto photography)

Infus atau penggabungan rasa dengan teknik vakum atau pemanasan lambat juga dapat memperkaya cita rasa hidangan. Misalnya, pada hidangan ayam, kamu bisa menggunakan teknik infus dengan minyak truffle atau bumbu lainnya, sehingga ayam tersebut memiliki rasa yang lebih dalam dan kompleks.

Di sisi lain, kamu juga bisa membuat infus teh hijau atau rempah-rempah untuk memberikan dimensi baru pada hidangan manis tradisional seperti es teler atau kolak. Proses infus ini memungkinkan kamu untuk menambahkan lapisan rasa yang gak biasa, memberikan nuansa baru pada makanan yang sudah familiar.

Molecular gastronomy memberikan kesempatan bagi koki untuk bereksperimen dengan bahan dan teknik untuk menciptakan pengalaman makan yang tak terlupakan. Mengubah makanan tradisional menjadi karya seni membutuhkan pemahaman dan keahlian khusus, namun dengan kreativitas, kamu bisa menciptakan hidangan yang memukau secara visual dan lezat.  Berani mencobanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris
Follow Us