TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pupuk Indonesia Siapkan 310 Ribu Ton Pupuk Subsidi untuk KTI

Untuk memenuhi kebutuhan petani di 19 provinsi

Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi di penjualan wilayah Indonesia bagian Timur sebesar 310.822 ton pada awal tahun 2023. (Dok. Pupuk Indonesia)

Makassar, IDN Times - Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 310.822 ton untuk penjualan wilayah Indonesia bagian Timur. Stok tersedia per tanggal 24 Januari 2023 itu untuk memenuhi kebutuhan pupuk subsidi petani dari Jawa Timur sampai Papua.

Stok pupuk bersubsidi terdiri dari urea sebesar 158.487 ton dan NPK sebesar 152.335 ton. Secara keseluruhan stok ini setara 217 persen dari ketentuan stok minimum sebesar 143.320 ton.

Senior Vice President Public Service Obligation (SVP PSO) Wilayah Timur Pupuk Indonesia Muhammad Yusri mengatakan, stok pupuk bersubsidi tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama beberapa minggu ke depan. Pemenuhan stok sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 04 tahun 2023 yang sebelumnya diatur oleh Permendag Nomor 15 Tahun 2013.

“Stok pupuk urea yang mencapai 158.487 ton ini setara dengan 187 persen terhadap ketentuan stok minimum (84.415 ton) yang diatur oleh pemerintah, sementara stok pupuk NPK yang sebesar 152.335 ton ini setara 258 persen dari ketentuan stok (58.904 ton),” kata Yusri melalui siaran persnya, Kamis (26/1/2023).

Baca Juga: Bos Pupuk Indonesia: Stok Pupuk Cukup Penuhi Kebutuhan Nasional

1. Stok tersedia untuk 19 provinsi

Penyaluran pupuk subsidi yang dilakukan Pupuk Indonesia. (Dok. Pupuk Indonesia)

Yusri mengatakan bahwa stok pupuk bersubsidi di penjualan wilayah Timur akan memenuhi kebutuhan di 19 provinsi. Mulai dari penjualan wilayah 4 atau Jawa Timur sebesar 127.831 ton yang terdiri dari 63.381 ton urea dan 64.450 ton NPK.

Selanjutnya untuk penjualan wilayah 5 sebesar 92.967 ton yang terdiri dari 41.323 ton urea dan 51.645 ton NPK. Stok ini tersebar di Bali sebesar 9.107 ton, Nusa Tenggara Timur (NTT) 10.837 ton, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebesar 24.105 ton.

Kemudian, Kalimantan Barat sebesar 9.509 ton, Kalimantan Tengah sebesar 22.298 ton, Kalimantan Selatan sebesar 7.396 ton. Lalu Kalimantan Timur sebesar 7.970 ton, dan Kalimantan Utara sebesar 1.746 ton.

Berikutnya, penjualan wilayah 6 sebesar 90.023 ton yang terdiri dari 53.784 ton urea dan 36.240 NPK. Wilayah penyebarannya adalah Sulawesi utara sebesar 6.769 ton, Gorontalo sebesar 8.019 ton, Sulawesi Tengah sebesar 12.030 ton, Sulawesi Tenggara sebesar 8.150 ton.

Selanjutnya Sulawesi Selatan sebesar 39.880 ton yang terdiri dari 23.706 ton, Sulawesi Barat sebesar 5.767 ton, Maluku sebesar 1.458 ton, Papua sebesar 5.600 ton, Maluku Utara sebesar 1.130 ton, Papua Barat sebesar 1.221 ton.

2. Pupuk bersubsidi untuk petani memenuhi syarat

SVP PSO Timur Pupuk Indonesia, Muhammad Yusri. (Dok. Pupuk Indonesia)

Yusri mengungkapkan bahwa, seluruh stok pupuk bersubsidi di penjualan wilayah Indonesia bagian Timur ini akan didistribusikan atau disalurkan kepada petani yang telah memenuhi syarat. Soal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 tahun 2022.

Petani yang berhak berdasarkan aturan tersebut adalah petani yang berhak mendapatkan yaitu wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian), menggarap lahan maksimal dua hektar, dan menggunakan Kartu Tani (untuk wilayah tertentu).

Permentan Nomor 10 Tahun 2022 juga hanya memberikan alokasi kepada 9 komoditas saja dari yang sebelumnya sekitar puluhan komoditas. Adapun, komoditas yang mendapat pupuk bersubsidi adalah padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi. Kesembilan komoditas ini merupakan pertanian strategis yang berdampak terhadap inflasi sehingga komoditi yang lain tidak lagi mendapat alokasi.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Salurkan Pupuk Subsidi lewat 1.013 Distributor di 2023

Berita Terkini Lainnya