ilustrasi anak dalam kamar (pexels.com/Artem Podrez)
Ia juga membantah dirinya yang menangis ketika berada di kantor polisi. Ia menegaskan, air matanya bukan karena mendapat bentakan dari polisi. SU mengaku menangis karena mendengar ucapan mantan suaminya yang masih peduli kepada anak-anak.
Serta tidak menyangka jika kejadian ini akan menimpa dirinya. Di tengah suasana itu, SU mengatakan, polisi yang mendampinginya justru berusaha menenangkan dirinya agar tidak menangis dan tetap kuat.
“Jadi, saya menangis itu bukan karena dibentak polisi. Sekali lagi saya tegaskan, bukan karena dibentak polisi. Salah itu, saya sedih saja apalagi bahas masalah anak-anak. Saya justru ditenangkan sama polisi, jangan disalah artikan," ungkapnya.
Ia menuturkan penangkapan yang dilakukan polisi membuatnya kini merasa lebih tenang dan dapat kembali menjalani aktivitas bersama anak-anaknya. SU berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang keliru atau membangun narasi yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi. Ia juga meminta kasus yang dialaminya tidak digunakan oleh sekelompok orang untuk menyerang institusi kepolisian.
“Saya tidak ada masalah dengan polisi. Tolong jangan menggiring opini melalui kasus yang saya alami, apalagi tanpa konfirmasi langsung ke saya. Intinya, polisi yang membantu saya dan saya sangat mengapresiasi kinerja cepat mereka. Sekali lagi, saya mohon stop sampai di sini menggiring opini dan menyebarkan video-video itu,” pungkasnya.