Makassar, IDN Times - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Sulawesi Selatan (Sulsel) menerima laporan penundaan keberangkatan jemaah umrah akibat meningkatnya eskalasi politik dan keamanan di Arab Saudi. Penundaan ini berdampak pada penerbangan jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi maupun kepulangan jemaah ke Tanah Air.
Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai penundaan tersebut. Kementerian Haji dan Umrah RI di tingkat pusat juga telah mengingatkan agar keberangkatan jemaah umrah mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi.
"Tiga hari lalu Kementerian Haji dan Umrah pusat sudah menyampaikan bahwa untuk pemberangkatan umrah harus melihat kondisi eskalasi politik di Saudi," kata Ikbal, Senin (12/10/2026).
Ikbal mengimbau pimpinan biro perjalanan umrah atau travel untuk terus memantau perkembangan situasi sebelum memberangkatkan jemaah. Menurutnya, keputusan keberangkatan perlu mempertimbangkan kondisi keamanan agar tidak merugikan jemaah maupun pihak penyelenggara perjalanan.
"Kami imbau kepada pimpinan travel untuk memberangkatkan jemaah umrah ke depan agar melihat dan memantau terus perkembangan politik di Saudi. Jangan sampai membuka perjalanan umrah sementara eskalasi politik di Saudi belum turun," ujarnya.
