Sulawesi Selatan Catatkan Capaian Ekonomi Mengesankan di Tahun 2024

- Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mencapai 5,08 persen, melampaui rata-rata nasional.
- Tingkat inflasi di Sulawesi Selatan berhasil ditekan hingga angka 1,52 persen, salah satu terendah di Indonesia.
- Capaian pendapatan daerah mencatat rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, investasi sebesar Rp9,86 triliun pada triwulan III 2024.
Makassar, IDN Times - Provinsi Sulawesi Selatan menutup tahun 2024 dengan capaian ekonomi yang menggembirakan. Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Zudan Arif Fakrulloh, memaparkan pertumbuhan ekonomi provinsi.
Pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 5,08 persen yang melampaui rata-rata nasional. Hal ini disampaikan dalam konferensi persnya di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (31/12/2024).
"Ini adalah pencapaian penting yang menunjukkan bahwa perekonomian Sulawesi Selatan terus tumbuh secara positif," kata Zudan.
1. Inflasi masih terkendali

Tingkat inflasi di Sulawesi Selatan juga berhasil ditekan hingga angka 1,52 persen. Angka ini menjadikannya sebagai salah satu yang terendah di Indonesia.
Tren inflasi yang menurun menunjukkan efektivitas pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama melalui pengendalian harga pangan dan sinergi dengan berbagai pihak.
"Kalau kita melihat inflasi kita dari dulu turun sedikit di 1,52 persen. Ini masih dihitung setiap bulan. Diumumkan setiap tanggal 1," kata Zudan.
2. Peningkatan pendapatan daerah

Di sisi lain, capaian pendapatan daerah Sulawesi Selatan pada 2024 mencatat rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir, mencapai Rp9,8 triliun atau 96,44 persen dari target Rp10,16 triliun. Sektor utama penyumbang pendapatan berasal dari pajak daerah, retribusi, dan hasil pengelolaan kekayaan daerah.
"Capaian pendapatan ini adalah yang tertinggi selama 5 tahun terakhir," kata Zudan.
3. Investasi capai Rp9,86 triliun

Sulawesi Selatan juga berhasil mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp9,86 triliun pada triwulan III 2024. Investasi tersebut terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp6,17 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp3,68 triliun.
"Investasi itu fokus paling tidak di tiga hal yaitu sektor perkebunan tembakau, kepala sawit dan tambang," kata Zudan.
Zudan pun optimistis pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan akan terus berlanjut di tahun mendatang. Pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan investasi, mendorong sektor ekonomi kreatif, dan memperkuat infrastruktur penunjang ekonomi.
"Tahun 2025 adalah tahun pertumbuhan ekonomi dan investasi," katanya.



















