Profil Awal Chairuddin, Putra Makassar-Mantan Ajudan JK Jadi Kapolda Sulsel

Irjen M. Awal Chairuddin ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Selatan melalui surat telegram Kapolri 2 Oktober 2026, menggantikan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro yang bertugas di Mabes Polri.
Putra Makassar lulusan Akpol 1994 ini meniti karier lebih dari tiga dekade, termasuk sebagai ajudan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2017-2019 dan meraih pangkat Irjen pada Juni 2026.
Awal meraih doktor Ilmu Administrasi Publik dari UNM pada 2024 melalui riset peran Bhabinkamtibmas dalam membangun kepercayaan publik, serta memimpin PP PESTI periode 2023-2028.
Makassar, IDN Times - Irjen M. Awal Chairuddin dipercaya menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan dalam mutasi terbaru Polri. Perwira tinggi kelahiran Makassar ini menggantikan Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro yang mendapat penugasan baru di Mabes Polri.
Penunjukan Awal sebagai Kapolda Sulsel tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Sebelum mendapat amanah tersebut, Awal menjabat Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I Divisi Hukum Polri dan baru menyandang pangkat jenderal bintang dua pada Juni 2026.
Berikut profil singkat Irjen M. Awal Chairuddin, dikutip dari berbagai sumber.
1. Putra Makassar lulusan Akpol 1994

Akpol - Akademi Kepolisian (akpol.ac.id) Awal Chairuddin lahir di Makassar pada 3 Desember 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dan mengawali kariernya sebagai perwira pertama di Korps Brimob sebelum kemudian menjalani sejumlah penugasan di Polda Jawa Barat.
Setelah menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Awal melanjutkan karier di lingkungan kepolisian. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Sespimmen Polri pada Desember 2008 dan bertugas di Polda Metro Jaya.
Kariernya berkembang di sejumlah posisi kewilayahan dan struktural. Awal pernah menjadi Sekretaris Pribadi Wakapolri, Kapolres Subang, Wakapolrestabes Bandung, Kaden C Biro Paminal Divpropam Polri, Kapolres Bekasi, hingga Kapolres Metro Jakarta Utara.
Sebelum ditunjuk menjadi Kapolda Sulsel, Awal lebih dulu mendapat kenaikan pangkat menjadi Inspektur Jenderal Polisi pada Juni 2026. Pada saat yang sama, ia dipercaya menduduki jabatan Analis dan Advokasi Hukum Kepolisian Utama Tingkat I Divisi Hukum Polri.
Kenaikan pangkat tersebut membuat Awal menjadi jenderal bintang dua setelah lebih dari tiga dekade berkarier di Polri. Dalam perjalanan kariernya, ia telah melewati penugasan di satuan operasional, kepolisian kewilayahan, pengawasan internal, pendidikan kepolisian, hingga jabatan di tingkat Mabes Polri.
2. Pernah jadi ajudan Jusuf Kalla

(Jusuf Kalla bersama Jokowi) ANTARA FOTO/Wira Suryantala Salah satu bagian penting dalam perjalanan karier Awal adalah ketika ia dipercaya menjadi ajudan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Ia menjalankan tugas tersebut pada periode 2017-2019 setelah sebelumnya menjabat Kapolres Metro Jakarta Utara.
Penugasan sebagai ajudan wapres juga menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya. Pada akhir 2018, saat masih menjadi ajudan Jusuf Kalla, Awal mendapat promosi menjadi Brigadir Jenderal Polisi dan ditugaskan sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri.
Setelah itu, Awal kembali menjalani sejumlah tugas di lingkungan Polri. Ia pernah menjadi Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri dan Analis Kebijakan Utama di Bareskrim Polri sebelum kemudian mendapat penugasan di Divisi Hukum Polri.
3. Raih doktor dengan meneliti peran Bhabinkamtibmas

Kapolda Sulsel Irjen Awal Chairuddin. (Dok. PETI) Di tengah perjalanan kariernya di kepolisian, Awal menempuh pendidikan doktoral di Universitas Negeri Makassar (UNM). Ia meraih gelar Doktor Ilmu Administrasi Publik setelah menjalani sidang promosi terbuka pada 9 Januari 2024.
Disertasi Awal berjudul "Optimalisasi Peran Bhabinkamtibmas dalam Membangun Public Trust". Penelitian tersebut mengkaji peran Bhabinkamtibmas dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap Polri.
Dalam penelitian itu, Awal menempatkan kepercayaan publik sebagai salah satu faktor penting dalam optimalisasi peran Bhabinkamtibmas. Ia juga mengkaji pemolisian masyarakat melalui kerja bersama antara polisi, masyarakat, Babinsa, dan lurah dalam mendeteksi serta mencari solusi terhadap persoalan keamanan dan ketertiban.
Selain berkarier di kepolisian, Awal juga aktif dalam olahraga. Ia dipercaya menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI) periode 2023-2028, dan pada September 2026 mendampingi langsung tim Soft Tennis Indonesia dalam ajang Asian Games Nagoya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















