PLN Perkuat Modifikasi Cuaca untuk Jaga Pasokan Listrik PLTA

PLN memperkuat koordinasi dengan BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah untuk menjalankan modifikasi cuaca demi menjaga pasokan listrik PLTA selama musim kemarau.
Operasi TMC telah dilakukan di Meko dan Tokilo, Sulawesi Tengah, dengan penyemaian awan berdasarkan observasi atmosfer untuk meningkatkan potensi hujan.
Di Sulawesi Selatan, TMC diarahkan ke Sungai Saddang untuk PLTA Malea, sementara PLN menyiapkan OMC berbasis drone di DAS Mamasa bagi PLTA Bakaru.
Makassar, IDN Times - PT PLN (Persero) memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan sejumlah pihak terkait untuk melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di tengah kondisi musim kemarau.
Program modifikasi cuaca tersebut menyasar sejumlah lokasi strategis yang menjadi sumber pasokan air bagi pembangkit, yakni PLTA Bakaru, PLTA Malea, dan PLTA Poso. Pelaksanaannya melibatkan PLN, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta pemerintah daerah.
1. Pemda terlibat dalam pelaksanaan modifikasi cuaca

Ilustrasi listrik (IDN Times/Arief Rahmat) Kepala BPBD Sulawesi Tengah, Darma Metusela, mengatakan pemerintah daerah terus terlibat dalam proses pelaksanaan TMC. Keterlibatan tersebut dilakukan sejak tahap survei hingga pelaksanaan operasi di lapangan.
"Proses koordinasi yang kami lakukan sangat komprehensif. Dari pihak Pemda, kami terus mendampingi dan terlibat langsung sejak tahapan survei, pengkajian lokasi sasaran, hingga pelaksanaan eksekusi di lapangan agar operasi TMC dapat berjalan optimal," ujar Darma dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Operasi TMC telah direalisasikan di sejumlah titik di Sulawesi Tengah, di antaranya Meko dan Tokilo pada 20 September 2026. Penyemaian awan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer berdasarkan hasil observasi untuk meningkatkan potensi terbentuknya hujan.
2. TMC jaga debit air PLTA Malea

PLTA Poso, Sulawesi Tengah. (Dok. PLN) Koordinasi serupa dilakukan di Sulawesi Selatan untuk menjaga ketersediaan air bagi PLTA Malea yang memiliki kapasitas 90 megawatt (MW). Gubernur Sulawesi Selatan telah meminta dukungan BMKG untuk pelaksanaan TMC guna menjaga keandalan pasokan listrik dari pembangkit tersebut.
PLTA Malea bergantung pada debit air Sungai Saddang. Karena itu, pelaksanaan TMC diarahkan ke daerah tangkapan air atau catchment area Sungai Saddang selama periode Agustus hingga September 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan ketersediaan air sehingga operasional PLTA Malea tetap dapat berjalan selama musim kemarau.
3. PLN matangkan OMC di DAS Mamasa

Tampilan PLTA Bakaru berkapasitas 126 Megawatt (MW) yang berada di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. (Dok. PLN) Sementara di PLTA Bakaru, PLN terus mematangkan persiapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamasa. Pembangkit berkapasitas 126 MW tersebut membutuhkan ketersediaan debit air untuk menjaga operasionalnya.
Pelaksanaan OMC di DAS Mamasa direncanakan menggunakan teknologi pesawat nirawak atau drone. Dua lokasi operasional yang disiapkan yakni Bandara Sumarorong dan Puncak Pasir berdasarkan kajian kelayakan BMKG.
PLN menyatakan penguatan koordinasi dengan BMKG, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus dilakukan sebagai langkah mitigasi terhadap dampak musim kemarau. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kesinambungan operasional PLTA sekaligus memastikan pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat di Sulawesi.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)












![[CEK FAKTA] Viral Pamflet Ajakan Pawai LGBT di Makassar](https://image.idntimes.com/post/20260814/ilustrasi_cek-fakta2_a8733877-4830-411c-af9a-3bd587259b36.png)








