Pembunuhan Anak di Makassar demi Jual Organ Tubuh: Jenazah Korban Utuh

Makassar, IDN Times - Rencana dua pelajar yang diduga menculik dan membunuh anak umur 11 tahun di Kota Makassar untuk menjual organ tubuh korban, gagal setelah situs atau website jual beli organ tubuh tidak bisa lagi diakses.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Humas Polrestabes Makassar, Kompol Lando Karua Sambolangi saat ditemui wartawan di kantornya, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kota Makassar, Rabu petang (11/1/2023).
"Jadi kedua pelaku ini mengatakan setelah membunuh korban itu, mereka sempat mengecek lagi situs itu, tidak masuk, makanya pelaku bingung dan panik hingga membuang mayat itu ke sungai," ungkap Lando.
Dua tersangka AD (17) dan AF (17), menculik lalu membunuh M Fadli Sadewa. Jenazah korban dibuang ke waduk Nipa-nipa di daerah perbatassan Makassar dan Kabupaten Maros.
1. Polisi sebut tersangka tidak tahu cara ambil organ tubuh

Berdasarkan interogasi awal, dua tersangka mengaku terpengaruh oleh konten salah satu situs atau website luar negeri yang menawarkan jual-beli organ tubuh manusia dengan harga tinggi.
Dengan alasan itu, kata Lando, para tersangka nekat menculik lalu membunuh korban yang diketahui merupakan teman sendiri.
"Setelah tersangka ini panik langsung membuang korban ke sungai, mereka juga tidak tahu bagaimana cara mengambil organ tubuh korban karena itu kan hanya ahli bedah yang mampu melakukan hal itu, mereka tidak tahu itu," terang Lando.
2. Kondisi jenazah korban masih utuh

Dari hasil pemeriksaan luar atau visum jenazah korban, kata Lando, tidak ditemukan adanya sayatan atau bekas sayatan. Karena itu, Lando menegaskan bahwa isu jual beli organ tubuh manusia dalam kasus ini tidak terjadi.
"Kita tegaskan lagi bahwa kondisi tubuh korban itu utuh dan tidak ada satupun organ yang hilang. Jadi kita himbau kepada masyarakat untuk jangan sebarkan isu-isu hoax bahwa tubuh korban ini organnya sudah ada hilang, itu bohong," tegas Lando.
3. Karmin pastikan tidak ada luka sayatan di tubuh anaknya

Dikonfirmasi secara terpisah, ayah korban, Karmin (38), mengaku bahwa kondisi tubuh anaknya masih utuh saat dia mengambil jenazahnya di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar, usai proses visum oleh tim medis.
"Iya tidak ada ada luka saya lihat, pas kemarin dimandikan keluarga tidak lihat luka seperti sayatan di tubuh anakku. Tapi kami minta pelaku dihukum sesuai dengan perbuatannya kepada anak saya," ungkap Karmin kepada IDN Times Sulsel.



















