Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Najamuddin Abduh Kembali Pimpin MUI Sulsel Periode 2026–2031
Najamuddin Abduh Shafa kembali dipercaya untuk memimpin dan menakhodai MUI Sulawesi Selatan untuk Masa Bakti 2026–2031. (Dok. MUI Sulsel)
  • Musda IX MUI Sulsel menetapkan Prof. KH. Najamuddin Abduh Shafa kembali sebagai Ketua Umum periode 2026–2031, setelah rapat Tim Formatur dan sidang pleno di Makassar.
  • Pimpinan inti turut ditetapkan, termasuk tiga wakil ketua umum, Sekretaris Umum Andi Marjuni, dan Bendahara Umum Andi Thaswin Abdullah; struktur lain masih disusun.
  • Najamuddin menekankan amanah, kolaborasi, keterbukaan kritik, dan dakwah digital, sementara MUI didorong menjadi rumah besar umat serta bermitra konstruktif dengan pemerintah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menetapkan Prof. KH. Najamuddin Abduh Shafa, sebagai Ketua Umum MUI Sulsel periode 2026–2031. Penetapan tersebut menjadi keputusan akhir setelah seluruh rangkaian sidang pleno Musda IX yang digelar di Hotel Four Points by Sheraton Makassar.

Najamuddin kembali dipercaya memimpin MUI Sulsel setelah Tim Formatur menyelesaikan pembahasan dalam sidang penetapan. Keputusan itu diumumkan pada Minggu (23/8/2026) siang, di hadapan peserta dan utusan Musda IX MUI Sulsel.

1. Penetapan berlangsung setelah rapat formatur

Musyawarah Daerah IX MUI Sulsel di Makassar, Sabtu dan Minggu, (22-23/8/2026). (Dok. MUI Sulsel)

Keputusan memilih Najamuddin sebagai Ketua Umum MUI Sulsel ditetapkan dalam rapat Tim Formatur yang dipimpin Andi Thaswin Abdullah. Pembahasan berlangsung sekitar 50 menit sebelum hasilnya dibacakan secara resmi dalam sidang pleno terakhir.

Selain Najamuddin, Musda IX juga menetapkan susunan pimpinan inti MUI Sulsel periode 2026–2031. Prof. KH. M. Ghalib, Prof. KH. Mustari Bosra, dan Prof. KH. Muammar Bakry, dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum.

Posisi Sekretaris Umum dipercayakan kepada Prof. Andi Marjuni, sedangkan Bendahara Umum dijabat Andi Thaswin Abdullah. Penyusunan jajaran pengurus untuk komisi, lembaga, dan badan otonom masih akan dilanjutkan Tim Formatur dalam rapat berikutnya.

Dengan rampungnya penetapan pimpinan inti, Musda IX MUI Sulsel memasuki tahap berikutnya. Tim Formatur akan melengkapi struktur kepengurusan periode 2026–2031 sebelum seluruh jajaran pengurus dilantik dan menjalankan program kerja organisasi.

2. Najamuddin sebut kepemimpinan MUI sebagai amanah

Najamuddin Abduh Shafa kembali dipercaya untuk memimpin dan menakhodai MUI Sulawesi Selatan untuk Masa Bakti 2026–2031. (Dok. MUI Sulsel)

Dalam pidato perdananya setelah kembali dipercaya memimpin MUI Sulsel, Najamuddin menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada para ulama dan organisasi masyarakat Islam di Sulawesi Selatan. Ia menilai jabatan tersebut bukan sekadar posisi kepemimpinan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT dan umat.

"Jabatan ini bukanlah bentuk kebanggaan, melainkan amanah kepemimpinan yang menuntut keikhlasan dan pengabdian penuh," katanya.

Najamuddin juga menekankan pentingnya dukungan dan sinergi seluruh elemen dalam menjalankan kepengurusan periode 2026–2031. Ia optimistis kepengurusan baru dapat melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian yang telah diraih pada periode sebelumnya dengan kolaborasi para ulama, pimpinan ormas, dan pengurus MUI.

Ia turut mengingatkan pentingnya sikap terbuka terhadap kritik dan koreksi. Menurutnya, seluruh elemen umat tidak perlu ragu mengingatkan pengurus apabila terdapat kekeliruan dalam menjalankan roda organisasi.

Di penghujung pidatonya, Najamuddin mengajak pengurus dan para dai memperkuat dakwah berbasis digital. Langkah tersebut dinilai penting agar pesan-pesan Islam yang menyejukkan, moderat, dan edukatif dapat menjangkau generasi muda secara lebih efektif.

3. MUI didorong jadi rumah besar umat

Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan dalam Musda IX MUI Sulsel. (Dok. MUI Sulsel)

Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan dalam Musda IX MUI Sulsel menegaskan pentingnya menjadikan MUI sebagai rumah besar bagi seluruh umat Islam. Menurutnya, kekuatan organisasi harus dibangun melalui ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.

“MUI bukanlah milik satu organisasi. MUI itu rumah besar umat yang harus mampu mempersatukan semua organisasi yang memiliki visi-misi yang sama dengan Majelis Ulama Indonesia,” tegasnya.

Buya Amirsyah mengatakan MUI harus mengedepankan khidmat umat sekaligus membangun kemitraan dengan pemerintah. Ia mengingatkan agar MUI tidak berhenti pada persoalan kepemimpinan dan simbol kelembagaan, tetapi membuktikan keberadaannya sebagai wadah bersama.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mendorong penguatan sekretariat bersama bagi organisasi kemasyarakatan dan keumatan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi ruang konsultasi, kolaborasi, hingga co-working space yang bisa dimanfaatkan berbagai organisasi.

Andi Sudirman juga menekankan pentingnya hubungan konstruktif antara pemerintah dan organisasi keumatan. Ia membuka ruang bagi ulama dan organisasi untuk menyampaikan kritik maupun nasihat kepada pemerintah dengan cara yang bijak.

“Semua orang punya kekurangan. Tidak ada yang sempurna. Karena itu, mungkin kita saling melengkapi. Pemerintah membutuhkan nasihat, begitu juga masyarakat membutuhkan arahan,” ujarnya.

Editorial Team

Related Article