Kenali Gejala Gagal Ginjal, Orangtua Diminta Rutin Cek Urine Anak

Makassar, IDN Times - Dinas Kesehatan Dinkes) Sulawesi Selatan (Dinkes Sulsel) meminta masyarakat, khususnya orang tua, untuk mewaspadai gagal ginjal akut misterius pada anak. Rosmini Pandin selaku kepala Dinas Kesehatan Sulsel mengatakan, orangtua bisa mendeteksi dini kesehatan anak melalui urine.
Orangtua bisa mendeteksi dini gejala gagal ginjal akut dengan memperhatikan adanya penurunan frekuensi atau volume urin. Pasalnya, salah satu gejala gagal ginjal akut misterius yakni berkurangnya volume urin, bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali.
"Poinnya kita, setiap anak yang demam diharapkan orang tua melihat urinnya, apakah jumlahnya berkurang atau tidak. Normalnya, kan, 3-8 kali per hari. Kalau anak memakai popok, diperiksa dan diganti setiap 3 jam," kata Rosmini di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (24/10/2022).
1. Anak yang demam diharapkan dibawa ke fasilitas kesehatan

Jika ditemukan adanya gejala tersebut, maka orangtua diharapkan segera membawa anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat. Hal ini untuk memastikan kondisi anak sekaligus untuk mendapatkan penanganan segera jika menderita gagal ginjal akut misterius.
"Yang jelas quick respon agar mengawasi anak-anak kita yang sedang demam. Ketika sudah terjadi kasus, fasilitas kesehatan juga harus siap sehingga ketika ada kejadian, maka anak dirujuk," kata Rosmini.
2. Masyarakat diminta tak beli obat tanpa resep dokter

Di samping itu, Rosmini juga mengingatkan masyarakat agar tidak membeli dan mengonsumsi obat secara sembarangan. Bahkan, para dokter pun saat ini juga diimbau untuk tidak meresepkan obat dalam bentuk sirop.
"Jangan membeli obat kalau bukan obat dari dokter. Jangan beli obat sembarangan. Dokter pun menulis resep tidak lagi memberi obat sirop, tapi dipuyerkan," katanya.
3. Sulsel catat 8 kasus gagal ginjal akut

Dinkes Sulsel mencatat bahwa sejauh ini ada 8 kasus yang dilaporkan sebagai penyakit gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) di Sulsel. Dinkes telah mengevaluasi dari data-data yang dihimpun.
Hasilnya ada 6 kasus terkonfirmasi sebelum Agustus 2022 dan 2 kasus baru terkonfirmasi pada Oktober 2022. Dari kasus itu, ada 5 meninggal dunia, 1 masih dirawat dan 2 sembuh.
Para pasien rata-rata berusia antara 8 bulan sampai 12 tahun. Selain itu, beberapa pasien juga memiliki penyakit lain sebelum akhirnya terkonfirmasi mengidap gagal ginjal akut.



















