Barantin perketat pengawasan pengiriman hewan kurban di Sulsel pada masa Idul Adha 2026. (Dok. Barantin)
Selain mengawasi pengiriman 17 ekor sapi potong dari Parepare menuju Balikpapan, Kalimantan Timur menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara, Karantina Sulsel juga melakukan pengawasan di Pelabuhan Garongkong, Barru.
Pada Sabtu (23/5/2026), petugas melakukan tindakan karantina terhadap 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang akan dikirim menuju Kotawaringin Barat menggunakan KMP Awu Awu. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium.
“Sebelum diberangkatkan, seluruh sapi telah melalui serangkaian tindakan karantina hewan sesuai prosedur. Pemeriksaan meliputi verifikasi dokumen administrasi, pemeriksaan fisik kesehatan hewan, hingga pengambilan sampel darah untuk pengujian laboratorium sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyebaran penyakit hewan,” imbuh Sitti.
Ia menambahkan pengujian laboratorium dilakukan menggunakan metode Rose Bengal Test (RBT) untuk mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak. Pemeriksaan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran penyakit hewan menular melalui lalu lintas ternak antarpulau.
Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), aktivitas pengiriman ternak dari Sulawesi Selatan menuju Kalimantan mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir. Untuk Satuan Pelayanan Parepare periode April hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 3.734 ekor sapi potong telah dikirim ke Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Pengiriman tersebut dilakukan dalam 124 kali pengeluaran. Sementara itu, pengiriman kambing pada periode yang sama tercatat sebanyak 286 ekor dengan frekuensi empat kali pengeluaran.