Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hiu Tutul Seberat 5 Ton Mati Terdampar di Wakatobi, Bangkainya Dibakar

Kota Makassar
3 min read
Hiu Tutul Seberat 5 Ton Mati Terdampar di Wakatobi, Bangkainya Dibakar
Seekor hiu tutul atau hiu paus ditemukan terdampar di pesisir pantai Dusun Nelayan One, Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (19/9/2026). (Dok. Polres Wakatobi)
  • Hiu tutul sepanjang sekitar 9 meter, lebar 3 meter, dan berbobot 4–5 ton terdampar di pesisir Desa Matahora, Wakatobi, pada 19 September 2026.
  • Tim gabungan polisi, Balai Taman Nasional, komunitas diving, dan warga kesulitan mengevakuasi hiu akibat air surut; satwa itu ditemukan sudah mati pukul 10.15 WITA.
  • Bangkai hiu dibakar sekitar pukul 13.00 WITA setelah opsi penguburan atau penenggelaman dinilai tidak memungkinkan, sebagai langkah pencegahan pencemaran laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Makassar, IDN Times - Seekor hiu tutul atau hiu paus ditemukan terdampar di pesisir pantai Dusun Nelayan One, Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (19/9/2026). Satwa laut tersebut memiliki panjang sekitar 9 meter.

Penemuan hiu tutul itu dilaporkan masyarakat kepada Polres Wakatobi. Personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Wakatobi bersama Polsek Wangi-Wangi, Balai Taman Nasional Wakatobi, komunitas diving, dan masyarakat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

"Berdasarkan informasi yang kami terima dari masyarakat Dusun Nelayan One, Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, bahwa adanya penemuan seekor hiu paus berukuran panjang kurang lebih 9 meter dan lebar 3 meter, berbobot kurang lebih 4 sampai 5 ton," kata Ps. Kasat Polairud Polres Wakatobi, Iptu Jufri, dalam video keterangannya yang dikutip, Senin (21/9/2026).

  1. 1. Hiu tutul sulit dievakuasi karena air surut

    idntimes.com
    Ilustrasi hiu tutul terdampar. (IDN Times/Cokie Sutrisno)

    Jufri mengatakan tim gabungan awalnya berupaya menyelamatkan dan menarik hiu tutul tersebut ke perairan yang lebih dalam. Namun, kondisi air laut yang sedang surut membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan.

    Menurut Jufri, posisi hiu paus berada di lokasi dengan kondisi air laut yang dangkal. Situasi tersebut menyulitkan petugas dan pihak terkait untuk menarik satwa laut berukuran besar itu ke area yang lebih dalam.

    "Akan tetapi ketika di lapangan, ternyata situasi berbeda di mana lokasi atau posisi air laut sedang surut sehingga menyulitkan evakuasi penarikan hewan tersebut ke area yang lebih dalam," ujarnya.

  2. 2. Hiu tutul ditemukan tak lagi menunjukkan tanda kehidupan

    Seekor hiu tutul atau hiu paus ditemukan terdampar di pesisir pantai Dusun Nelayan One, Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupa
    Seekor hiu tutul atau hiu paus ditemukan terdampar di pesisir pantai Dusun Nelayan One, Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (19/9/2026). (Dok. Polres Wakatobi)

    Jufri mengatakan tim kemudian menemukan hiu tutul tersebut tidak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan sekitar pukul 10.15 WITA. Setelah itu, pihak kepolisian berkomunikasi dengan Balai Taman Nasional Wakatobi dan masyarakat setempat untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

    Saat itu, evakuasi kedua direncanakan dilakukan sekitar pukul 16.00 WITA ketika air laut kembali pasang. Rencananya, hiu tutul tersebut akan ditarik ke darat untuk kemudian ditangani sesuai prosedur yang berlaku di Balai Taman Nasional Wakatobi.

    "Kemudian pada pukul 10.15, ditemukannya tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan terhadap hewan tersebut sehingga berdasarkan komunikasi bersama Balai Taman Nasional Kabupaten Wakatobi dengan masyarakat setempat, kami akan laksanakan evakuasi kedua yakni pada pukul 16.00 di mana air laut sudah pasang untuk dapat kita menarik ke darat, kemudian akan dilaksanakan sesuai SOP yang berlaku di Balai Taman Nasional Kabupaten Wakatobi," kata Jufri.

  3. 3. Bangkai hiu tutul akhirnya dibakar

    Namun, kondisi di lapangan membuat bangkai hiu tutul akhirnya ditangani dengan cara dibakar. Jufri mengatakan terdapat tiga metode yang dapat dilakukan terhadap satwa yang telah mati, yakni dikubur, ditenggelamkan, atau dibakar.

    "Untuk dua item tersebut ditenggelamkan atau dikuburkan sangat tidak memungkinkan karena situasi air surut. Nah, maka langkah yang ketiga itu adalah kita dengan membakar," ujar Jufri.

    Persiapan penanganan dilakukan sejak pukul 04.00 WITA oleh Balai Taman Nasional Wakatobi bersama masyarakat Desa Matahora. Mereka mengumpulkan kayu bakar dan ban untuk digunakan dalam proses pembakaran bangkai di lokasi.

    Pembakaran dilakukan sekitar pukul 13.00 WITA ketika air laut sedang surut. Jufri mengatakan penanganan tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya pencemaran.

    "Kemudian pada pukul 13.00, pada saat posisi air laut sedang surut full, kita bersama-sama di TKP melakukan pembakaran dalam rangka pencegahan terjadinya pencemaran di laut di lingkungan Desa Matahora," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More