Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gubernur Sulteng Ungkap 3 Jurus Jalankan Pendidikan Gratis saat Efisiensi
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat wawancara eksklusif dalam program Ngobrol Seru IDN Times, Sabtu (26/9/2026). (YouTube/IDN Times)
  • Pemprov Sulawesi Tengah melakukan efisiensi sekitar Rp1,2 triliun pada APBD 2026 dengan memangkas perjalanan dinas, konsumsi, dan belanja operasional untuk menjaga program prioritas.

  • Pemerintah provinsi juga mengoptimalkan sumber Pendapatan Asli Daerah hingga sekitar Rp2,9 triliun sebagai penguatan fiskal di tengah penyesuaian Transfer Keuangan Daerah.

  • Program Berani Cerdas mempertahankan pendidikan gratis SMA, SMK, SLB, serta bantuan kuliah; anggaran pendidikan 2026 mencapai Rp351 miliar dan pembiayaan UKT menjangkau sekitar 47 ribu mahasiswa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Makassar, IDN Times - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid mengungkap strategi mempertahankan program pendidikan gratis di tengah penyesuaian Transfer Keuangan Daerah (TKD) pada 2026. Hal itu disampaikan saat wawancara eksklusif program Ngobrol Seru IDN Times, Sabtu (26/9/2026).

Anwar mengatakan, pemerintah daerah memilih menerapkan efisiensi anggaran sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi cara Pemprov Sulteng menjaga pelayanan dasar masyarakat, termasuk pendidikan.

"Yang pertama kan Pak Presiden bilang efisiensi. Efisiensi itu benar-benar kita lakukan," kata Anwar.

1. Pangkas perjalanan dinas dan biaya operasional

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Pemprov Sulteng sebelumnya menyebut penyesuaian TKD berdampak pada efisiensi anggaran sekitar Rp1,2 triliun atau 25 persen dari total APBD 2026. Meski demikian, mereka menyatakan program prioritas tetap dipertahankan.

Anwar mengatakan efisiensi diterapkan dengan memangkas sejumlah belanja operasional pemerintah, seperti perjalanan dinas dan konsumsi kegiatan. Anggaran tersebut kemudian diarahkan untuk membiayai kebutuhan yang dinilai lebih prioritas.

"Yang selama ini cukup membengkak misalnya biaya operasional kita. Biaya perjalanan dinas kita kurangi, biaya makan minum operasional kita kurangi, sehingga alhamdulillah dari situ kita bisa menghemat banyak biaya sehingga kita bisa membiayai Berani Cerdas dan Berani Sehat, termasuk Berani Lancar," katanya

2. Genjot PAD hingga Rp2,9 triliun

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Di sisi lain, Pemprov Sulteng menggenjot PAD hingga mencapai sekitar Rp2,9 triliun. Anwar menyebut peningkatan pendapatan daerah menjadi salah satu sumber kekuatan fiskal untuk menjaga program pemerintah.

"PAD kita genjot. Jadi sumber-sumber PAD kita yang selama ini belum maksimal, kita maksimalkan sehingga bisa menambah PAD kita sekarang Rp2,9 triliun. Artinya, kekuatan fiskal sulteng itu jauh lebih besar PAD daripada dana transfer," katanya.

3. Anggaran pendidikan capai Rp351 miliar

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

Salah satu program yang dipertahankan adalah Berani Cerdas. Program tersebut mencakup pendidikan gratis pada jenjang SMA, SMK dan SLB serta bantuan biaya pendidikan tinggi.

Pemprov Sulteng mengalokasikan sekitar Rp351 miliar untuk sektor pendidikan pada 2026. Anggaran tersebut mencakup BOSDA, beasiswa mahasiswa, subsidi pendidikan, bantuan seragam, peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah hingga revitalisasi satuan pendidikan.

Untuk pendidikan tinggi, Berani Cerdas membiayai Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa asal Sulawesi Tengah melalui jalur afirmasi dan prestasi. Hingga akhir 2025, Pemprov Sulteng mencatat 23.569 mahasiswa menjadi penerima manfaat dengan alokasi lebih dari Rp84 miliar.

4. Sebanyak 47 ribu mahasiswa dibiayai UKT

ilustrasi pendidikan (pixabay.com/Mohamed_hassan)

Anwar mengatakan pembiayaan pendidikan tinggi terus diperluas. Dalam keterangannya, jumlah mahasiswa yang telah mendapat pembiayaan UKT mencapai sekitar 47 ribu orang jika penerima 2025 dan 2026 digabungkan. 

Menurutnya, pendidikan menjadi prioritas pemerintah daerah. Hasil investasi sumber daya manusia tidak bisa langsung terlihat dalam satu atau dua tahun.

"Kalau saya selalu bilang pendidikan ini adalah panglima dalam kehidupan. Menjadi penting utama dan pertama dalam kehidupan," kata Anwar.

Dia mengatakan kondisi keuangan daerah saat ini membuat pemerintah harus menentukan prioritas anggaran. Anwar menegaskan dirinya tidak mengejar popularitas sebagai gubernur dengan membangun proyek-proyek mercusuar.

"Tapi saya berharap bahwa fondasi yang saya letakkan ini bisa mengantar Sulteng 2045 Emas. Kalaupun bukan saya yang nikmati tapi saya berharap suatu saat nanti akan diimati oleh anak cucu saya," kata Anwar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article