Makassar, IDN Times - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Regional Sulawesi, merilis catatan akhir tahun terkait aktivitas perusakan lingkungan sepanjang 2021. Dari sejumlah faktor yang menyebabkan kerusakan, ekspansi tambang nikel di Pulau Sulawesi paling disorot.
"Kondisi existing luasan IUP (Izin Usaha Pertambangan) nikel di Pulau Sulawesi terdiri dari 87.556 ha di Sulsel, 92.604 ha di Sulteng, dan 510.282 ha di Sultra," kata Direktur Eksekutif WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin dalam konferensi pers virtual, Senin (27/12/2021).
